kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

KPU ajukan penangguhan 7 anggota DPR ke SBY


Senin, 29 September 2014 / 11:29 WIB
ILUSTRASI. Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini (13/4), Cara Perpanjang SIM Juga Bisa Online


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajukan tujuh nama anggota DPR RI periode 2014-2019 kepada Presiden SBY untuk ditangguhkan peresmian pelantikannya pada 1 Oktober 2014.

Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, mengatakan ketujuh anggota DPR RI terpilih tersebut karena tersandung masalah hukum.

"Kami mengajukan permintaan kepada presiden untuk jangan diresmikan dulu. Saya kira tujuh (orang)," ujar Hadar kepada Tribunnews, di kantornya, Jakarta, Senin (29/9/2014).

Menurut Hadar, tujuh orang tersebut sifatnya tidak akan diganti kecuali sudah memiliki kekuatan hukum tetap (in craht). Untuk itu, Hadar berharap penegak hukum bekerja cepat agar nasib ketujuh orang tersebut jelas dan bisa dilantik kemudian jika memang memenuhi syarat.

"Karena dia tersangkut hukum, dan hukumnya itu adalah tindak pidana korupsi maka kami minta presiden jangan diresmikan dulu sampai nanti itu 'clear', katanya.

"Mudah-mudahan, para penegak hukum juga cepat bekerjanya karena kasian juga nasib orang digantung. Nanti dikerjakan, betul nggak dia bersalah atau tidak. Kalau ternyata tidak, tentu kami akan minta diresmikan presiden," beber Hadar.

Hingga saat ini, lanjut Hadar, mereka belum menerima keputusan presiden apakah menyetujui permintaan penangguhan tersebut. (Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×