kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

KPPU meminta Mendag laporkan mafia beras


Rabu, 25 Februari 2015 / 15:33 WIB
ILUSTRASI. Banyak Pilihan, Ini 5 Makanan Penambah Darah yang Mudah Dikonsumsi


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel untuk melaporkan dugaan mafia beras yang selama ini dituding sebagai dalang kenaikan harga beras. Sebab, sejauh ini, tim KPPU belum menemukan adanya indikasi praktik kartel di lapangan seperti yang dituduhkan pemerintah.

Ketua KPPU Nawir Messi mengantakan, berdasarkan penelusuran tim KPPU, kenaikan harga beras terjadi karena pasokan beras dari sentra produksi beras mengalami penurunan. Penurunan itu disebabkan gejala alam seperti ada, dan tikus, serta banjir. Akibatnya panen terganggu dan bahkan mundur.

"Tapi kalau Mendag memiliki bukti ada mafia beras, kami siap menyambut laporan itu, apakah Mendag yang datang ke KPPU atau kami yang ke Mendag," ujar Nawir kepada KONTAN, Rabu (25/2).

Menurut Nawir, bisa saja di tengah kelangkaan beras saat ini, ada pihak-pihak yang memainkan harga beras sehingga harganya melambung. Namun, KPPU juga menemukan penyebab kenaikan harga beras tidak melulu akibat ulah mafia, tapi juga pasokan yang terus mengalami penurunan.

Komisioner KPPU Muhammad Syarkawi Rauf menambahkan pihaknya siap menelusuri adanya dugaan kartel beras di lapangan asalkan sudah ada indikasi awal. Karena itu, laporan dari Kementerian Perdagangan sangat membantu KPPU menjalankan fungsinya membongkar dugaan praktik mafia beras tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×