kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

KPK: Kejahatan pajak bisa dijerat korupsi


Selasa, 10 Juni 2014 / 22:55 WIB
KPK: Kejahatan pajak bisa dijerat korupsi
ILUSTRASI. Harga acuan batubara masih cenderung tinggi dan berpotensi mempengaruhi pendapatan emiten yang mengekspor komoditas ini. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengatakan pelaku kejahatan pajak kemungkinan juga dapat dijerat tindak pidana korupsi. Pasalnya, setiap pelaku korupsi cenderung melakukan pencucian uang yang juga melakuka kejahatan pajak.

Lebih lanjut kata Bambang, dalam undang-undang perpajakan dan undang-undang tindak pidana korupsi, bisa diinterpretasikan bahwa setiap warga negara yang melakukan kejahatan pajak dapat dijerat korupsi.

"Nah yang perlu dipelajari KPK apakah semua pidana pajak masuk tindak pidana korupsi. Kalau pake extended intrepretation, semuanya (warga negara) bisa masuk. Tapi kalau tidak, berarti tindak pidana kejahatan yang melibatkan penyelenggara negaranya saja," kata Bambang kepada wartawan di Cikini, Selasa (10/6).

Bambang juga mencontohkan modus baru pelaku tindak pidana pencucian uang yang marak digunakan di luar negeri. Uang hasil korupsi kata Bambang, bisa disimpan dalam bentuk sukuk dan reksadana. Pencucian uang melalui sukuk dan reksadana ini tergolong tidak mudah untuk dilacak karena bisa saja dilakuka dengan menitipkan kepada pialang.

"Kalau itu uang hasil kejahatan disimpan di manapun maka kita bisa lacak dia. Cuma kan kalau orang enggak ngerti sukuk, enggak ngerti reksanada, kan susah," imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×