kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Korban Meninggal Gempa Cianjur 268 Orang Per Selasa (22/11), Ini Instruksi Jokowi


Rabu, 23 November 2022 / 06:10 WIB
Korban Meninggal Gempa Cianjur 268 Orang Per Selasa (22/11), Ini Instruksi Jokowi
ILUSTRASI. Korban Meninggal Gempa Cianjur 268 Orang Per Selasa (22/11), Ini Instruksi Jokowi


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi Cianjur, Jawa Barat, hingga Selasa 22 November 2022 masih bertambah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan instruksi khusus kepada jajarannya untuk penanganan gempa bumi Cianjur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan update korban bencana gempa bumi di Cianjur. Data sementara yang berhasil dihimpun hingga Selasa (22/11) pukul 17.00 WIB, terdapat ratusan jiwa korban meninggal dunia.

Hal ini diungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat memberikan keterangan pers di Kantor Bupati Cianjur. "Korban meninggal dunia 268 jiwa, yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah, masih ada korban hilang sejumlah 151 orang, kita akan berusaha semaksimal mungkin agar seluruh korban ditemukan," ucap Suharyanto.

Kemudian data masyarakat yang mengungsi sejumlah 58.362 orang, luka-luka 1.083 orang, kerusakan infrastruktur seperti rumah rusak total berjumlah 22.198 unit.

"Pengungsi pada hari ini sudah mendapatkan fasilitas lebih baik, tenda besar telah didirikan baik dari BNPB, pemerintah, TNI/Polri dan bantuan lembaga lainnya," lanjutnya.

"Dapur umum telah beroperasi, kalau masih ada yang kurang dan belum terlayani, lambat laun akan kami perbaiki,".

Baca Juga: Jumlah Korban Tewas Gempa Cianjur Terkini Capai 268 Orang, Korban Hilang 151 Orang

Terkait banyaknya perbedaan data korban meninggal gempa bumi Cianjur yang berkembang, Suharyanto berkata, pendataan masih terus dilakukan dan Posko telah didirikan, sehingga semua informasi tentang penanganan gempa Cianjur ini, secara resmi ialah yang dikeluarkan dari posko.

"Setiap sore akan ada update penanganan bencana dari Posko Tanggap Darurat yang ada di Kantor Bupati Cianjur," imbuh Suharyanto

Merespon banyaknya kepedulian masyarakat untuk memberikan dukungan penanganan pascabencana, diharapkan semua berada dibawah pengelolaan posko.

"Bantuan kepada masyarakat terdampak baik yang datang dari pemerintah pusat, kementerian atau lembaga dan unsur swasta, semua akan dipusatkan di posko dan pendistribusiannya akan melalui posko," jelas Suharyanto.

Meskipun dua rumah sakit di Kabupaten Cianjur ikut terdampak gempa, penanganan kesehatan tetap dapat dilakukan, tenda-tenda lapangan telah digelar di sekitar rumah sakit untuk dijadikan rumah sakit darurat.

"RSUD Cianjur dan Rumah Sakit Sayang sudah beroperasi dan ditambah tenda lapangan termasuk tambahan tenaga kesehatan," imbuhnya.

"Sebagian dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Cianjur, 100 pasien telah dikirim ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung," tutup Suharyanto.

Instruksi Jokowi tangani gempa Cianjur

Presiden Joko Widodo telah meninjau lokasi terdampak gempa bumi Cianjur pada Selasa 22 November 2022. Jokowi menyampaikan masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat akibat gempa bumi Cianjur akan mendapatkan bantuan 50 juta rupiah.

Sedangkan rumah rusak sedang karena gempa bumi Cianjur akan mendapat bantuan 25 juta rupiah. Lalu bantuan untuk rumah rusak ringan akibat  gempa bumi Cianjur sebesar 10 juta rupiah.

Dalam kunjungan itu, Jokowi jugua menggelar rapat terbatas bersama jajarannya di lokasi pengungsian korban gempa Cianjur di Taman Prawatasari, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Hadir dalam rapat tersebut di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Cianjur Herman Suherman.

Dalam rapat yang digelar secara mendadak tersebut, Jokowi antara lain menginstruksikan jajarannya untuk segera membuka daerah terisolasi pasca gempa bumi Cianjur.  “Ada beberapa daerah yang masih terisolasi, kami berusaha buka,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

“Dahulukan, kalau perlu pakai heli, pakai heli. Kalau tidak bisa pakai darat, pakai heli,” ujar Presiden Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menginstruksikan agar jajarannya segera memperbaiki infrastruktur fasilitas umum maupun rumah warga yang terdampak gempa bumi Cianjur. Upaya tersebut dilakukan setelah keadaan aman dan tenang. “Kemudian kalau sudah tenang, reda, langsung dimulai saja (perbaikan infrastruktur),” imbuhnya.

Sementara itu, berkaitan dengan pasien korban gempa bumi Cianjur di rumah sakit, Presiden meminta agar dibangun juga tenda perawatan darurat supaya bisa menampung para korban. “Kalau untuk darurat, tendanya ditambah saja,” ujar Presiden.

“Kita bikin rumah sakit darurat Pak, angkatan darat, di halaman pendopo. Masih banyak yang khawatir dirawat di gedung,” ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×