kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.830
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,33%

Koperasi hari ini harus berkembang menjadi korporasi

Kamis, 12 Juli 2018 / 20:31 WIB

Koperasi hari ini harus berkembang menjadi korporasi
ILUSTRASI. Jokowi saat beri sambutan di acara hari koperasi



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mengembangkan dan melakukan pembinaan terhadap koperasi dan UMKM. Pasalnta, koperasi dan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan potensial untuk berkembang pesat di masa yang akan datang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan, saat ini dunia telah masuk dalam revolusi industri 4.0 yang kecepatannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan revolusi industri pertama.

“Saat ini kita sudah kenal Artificial Intelligence (AI), Internet Things (IT). Perubahan ini yang kita harus sadari bersama, hal ini juga yang harus disiapkan oleh pelaku koperasi, maupun UMKM,” ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di acara Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 di ICE BSD Tangerang, Kamis (12/7),

Senada dengan Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan, koperasi harus berkembang menjadi korporasi. “Koperasi hari ini, harus berkembang menjadi korporasi, agar dapat bersaing secara global," tegas dia.

Sejumlah koperasi yang berhasil bertransformasi hingga menjadi badan usaha berdaya saing tinggi, antara lain Kospin Jasa. Kospin Jasa merupakan koperasi pertama yang berhasil menjadi penyalur KUR serta mencatatkan anak usahanya, PT JMA Syariah di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) juga menjadi contoh koperasi modern, dengan membuka 11 kantor wilayah dan 42 kantor cabang. Kisel membukukan omzet Rp 6,4 triliun tahun 2017 dan membagikan SHU Rp 63,7 miliar.

Ada juga KWSG atau Koperasi Warga Semen Gresik, salah satu koperasi yang berkembang menjadi lembaga multibisnis. KWSG mendirikan Pabrik Fiber Cement "Gress Board" yang telah mencatatkan pendapatan Rp 2,5 triliun tahun 2017.

Pajak 0,5%

Guna mengekspansi para pelaku UMKM, pemerintah telah merevisi PP 46 tahun 2013 mengenai Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM 0,5% yang sebelumnya sebesar 1%.

“Dengan adanya PPh Final 0,5% dapat memberi kemudahan bagi pelaku UMKM untuk membayar pajak,” ujar Darmin

Tujuan lainnya adalah memberi keadilan serta memberi kesempatan berkontribusi bagi negara.

“Penerapan dari PPh UMKM 0,5% ini turut berkontribusi dalam penerimaan negara,” terang Darmin.


Reporter: Sinar Putri S.Utami
Editor: Yudho Winarto

KOPERASI

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0621 || diagnostic_web = 0.3086

Close [X]
×