kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Kontraktor minta kenaikan kontrak proyek


Kamis, 18 Desember 2014 / 20:21 WIB
Kontraktor minta kenaikan kontrak proyek
ILUSTRASI. Manfaat Rutin Mengonsumsi Buah Persik untuk Kesehatan Tubuh


Reporter: Benedictus Bina Naratama | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar, kontraktor meminta kenaikan nilai kontrak untuk pengerjaan proyek pemerintah. Ketua umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi), Iskandar Hartawi, membenarkan permintaan kontraktor terkait kenaikan nilai kontrak proyek pemerintah.

Ia menuturkan secara tidak langsung pelemahan nilai tukar rupiah akan mempengaruhi banyak aspek, salah satunya seperti harga material yang berubah. "Pelemahan nilai tukar rupiah pasti mempengaruhi banyak hal. Seperti harga material yang menjadi lebih mahal," ujarnya, Kamis (18/12).

Selain pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan bakar (BBM) juga membuat ongkos transportasi pengiriman material semakin mahal. Untuk itu, Ia meminta adanya penyesuaian harga nilai kontrak dari proyek-proyek pemerintah.

"Kami meminta harus ada eskalasi nilai kontrak proyek. Tapi ini tentu saja dengan syarat kalau sudah sesuai dengan peraturan dan telah disetujui oleh pemerintah. Kalau bisa (menaikkan nilai kontrak) kenapa tidak," tandas Iskandar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×