kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Belum Keluarkan Imbau Penundaan Umrah


Rabu, 14 Oktober 2026 / 19:41 WIB
Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Belum Keluarkan Imbau Penundaan Umrah
ILUSTRASI. Tawaf keliling Kabah (SAUDI PRESS AGENCY/via REUTERS)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI belum mengimbau jemaah Indonesia menunda ibadah umrah ke Arab Saudi di tengah konflik Timur Tengah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pemerintah Indonesia masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan otoritas Arab Saudi untuk memantau perkembangan situasi keamanan.

Hingga kini, belum ada keputusan untuk mengimbau penundaan maupun melarang perjalanan ke Arab Saudi.

Baca Juga: Survei Celios Soroti Kinerja Bahlil, DPR Minta Penilaian Berbasis Indikator 

“Sampai hari ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan otoritas Saudi Arabia. Belum ada keputusan untuk menghimbau atau melarang perjalanan ke Saudi Arabia,” ujar Dahnil dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Kemenhaj bersama Kemlu RI mengimbau jemaah Indonesia memilih penerbangan langsung menuju Madinah atau Jeddah (Makkah) tanpa transit di wilayah terdampak serangan.

“Kemenlu RI dan kami Kemenhaj hanya menghimbau agar jamaah Indonesia memilih penerbangan direct ke Madinah atau Jeddah (Makkah). Otoritas kerajaan Saudi Arabia juga menyatakan kondisi aman dan safety untuk jamaah umrah,” jelas Dahnil.

Dahnil juga meminta seluruh pihak di Timur Tengah menahan diri agar konflik tidak berkembang menjadi perang terbuka.

Menurutnya, eskalasi konflik berpotensi merugikan berbagai pihak, termasuk berdampak terhadap aktivitas ibadah umat Islam di Tanah Suci.

“Kami berharap semua pihak di timur tengah menahan diri jangan terjebak dengan perang terbuka yang justru akan merugikan semua pihak apalagi langsung atau tidak langsung pasti berdampak terhadap aktivitas ibadah umat Islam di tanah suci,” ujarnya.

Sebagai informasi, kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026) dan kembali menyerang pada Minggu (11/10/2026). 

Dalam rangkaian serangan tersebut, dua warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan mengalami luka ringan.

Keduanya mendapat perawatan di rumah sakit di Riyadh dan telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama. Kedua WNI tersebut merupakan warga yang menetap di Arab Saudi, bukan jemaah umrah.

Baca Juga: Dua WNI Terluka akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Bukan Jemaah Umrah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×