kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Dua WNI Terluka akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Bukan Jemaah Umrah


Rabu, 14 Oktober 2026 / 18:01 WIB
Dua WNI Terluka akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Bukan Jemaah Umrah
ILUSTRASI. Asap dan kobaran api membubung dari Bandara King Khalid di Riyadh, setelah kelompok Houthi Yaman yan (REUTERS/Social Media via REUTERS)


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah mengatakan, terdapat dua warga negara Indonesia (WNI) yang terluka akibat serangan kelompok Houthi di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu (11/10/2026).

"KBRI Riyadh telah menerima informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari Selasa (13/10/2026) yang menyampaikan bahwa terdapat dua WNI yang mengalami luka ringan," kata Heni melalui pesan singkat, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: Pasokan Beras Surplus, Pemerintah Bidik Kenaikan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Dua warga yang terluka tersebut berinisial RM (45) dan ET (32). Mereka berdua dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Takhasusi, Riyadh.

Heni mengatakan, kedua WNI tersebut merupakan mukimin atau permanent resident di Arab Saudi.

"Dan bukan jemaah umrah, dan keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama (saat serangan terjadi)," katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, Heni menjelaskan pemerintah menyiapkan rencana kontingensi merespons eskalasi konflik Houthi-Arab Saudi yang semakin meningkat. Dia mengatakan, setidaknya ada 581.000 WNI di Arab Saudi.

Jumlah WNI yang menetap (residen) mencapai 351.070 orang, sementara WNI pengunjung atau peziarah mencapai 229.930 orang.

"Rencana Kontigensi sudah disiapkan dan akan selalu disesuaikan dengan perkembangan di lapangan," kata Heni.

Baca Juga: CORE: Bagi-bagi HP Gratis Bukan Solusi Utama Penyaluran Bansos

Untuk diketahui serangan terakhir yang dilakukan Houthi di Arab Saudi terjadi pada Minggu (11/10/2026).

Houthi menyasar Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi dan menewaskan setidaknya 12 warga sipil dan 309 lainnya luka-luka.

Dipastikan seluruh korban tewas bukan merupakan warga negara Indonesia, namun ada dua WNI yang terluka akibat serangan tersebut.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/10/14/16403871/2-wni-terluka-akibat-serangan-houthi-di-riyadh-kemlu-bukan-jemaah-umrah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×