kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Komponen Inti dan Harga Bergejolak Dinilai Mendorong Inflasi pada Januari 2023


Selasa, 31 Januari 2023 / 18:34 WIB
Komponen Inti dan Harga Bergejolak Dinilai Mendorong Inflasi pada Januari 2023
ILUSTRASI. Pedagang menyiapkan kebutuhan pokok yang dijual di pasar Senen, Jakarta, Rabu (14/9/2022). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Permata memperkirakan, inflasi pada Januari 2023 sebesar 0,46% secara bulanan alias month on month (MoM) atau secara tahunan 5,4% year on year (YoY). 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, inflasi pada Januari 2023 didorong oleh komponen inti dan komponen harga bergejolak.  Menurut perhitungannya, komponen inti akan mencatat inflasi sekitar 3,23% YoY. 

“Dipengaruhi oleh kenaikan harga emas sekitar 3% MoM sepanjang bulan Januari 2023,” tutur Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (31/1). 

Sedangkan untuk inflasi harga bergejolak dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan, seperti beras yang naik 2% MoM.

Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,8% pada Tahun Ini

Kemudian harga bawang merah juga naik 5,4% MoM, bawang putih naik 4,4% MoM, cabai merah naik 6,5% MoM, cabai rawit naik 9,9% MoM, dan minyak goreng naik 0,7% MoM. 

Lebih lanjut, Josua meyakini inflasi akan cenderung melandai hingga akhir tahun ini. Seiring dengan normalisasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Selain itu, Josua yakin langkah kenaikan suku bunga acuan BI bisa menjangkar ekspektasi inflasi ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×