kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 masih banggakan tingkat kasus sembuh tinggi


Senin, 07 September 2020 / 13:46 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis membawa jenazah pasien COVID-19 saat proses pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Minggu (6/9/2020). Data gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten setempat menyatakan hingga saat i


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Komite Kebijakan Penanganan Virus Corona (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional menyatakan tingkat kasus sembuh Indonesia yang tinggi.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 hingga Minggu (7/9) jumlah pasien sembuh di Indonesia sebanyak 138.575 dari total 194.109 kasus positif. Angka tersebut melebihi rata-rata rasio kesembuhan dunia.

"Kalau kita bandingkan dengan global, global mendekati 69% sampai 70%. Jadi kita sedikit di atas global, lebih baik yang sembuh 71,42%," ujar Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan PEN Airlangga Hartarto usai Sidang Kabinet Paripurna, Senin (7/9).

Namun untuk kasus meninggal dunia, Indonesia masih di atas rata-rata dunia. Kasus meninggal dunia di Indonesia sebanyak 8.025 atau 4,14% sementara rata-rata dunia 3,26%.

Baca Juga: RS darurat Wisma Atlet merawat 1.612 pasien positif Covid-19 hingga Senin (7/9) siang

Meski begitu kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini kasih terus bertambah. Per harinya penambahan kasus masih sektor lebih dari 3.000 kasus.

Namin, Airlangga menjelaskan penanganan Covid-19 di Indonesia masih dapat terkendali. Termasuk dengan ketersediaan fasilitas kesehatan untuk perawatan pasien Covid-19.

"Tadi juga disampaikan bahwa ketersediaan pelayanan medis baik itu hospital maupun perawatan untuk rumah sakit di Jakarta dan di luar Jakarta semuanya dipersiapkan untuk menangani pandemi Covid-19 ini" terang Airlangga.

Asal tahu saja, meski jumlah pasien sembuh tinggi, angka pemeriksaan kasus Covid-19 di Indonesia masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Oleh akrena itu, Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta agar dibuat desain perencanaan tes Covid-19.

"Jangan sampai ada provinsi yang sudah melakukan tinggi sekali, tetapinada provinsi yang testingnya masih rendah sekali," jelas Jokowi dalam sidang.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 hingga Minggu (6/9) lalu jumlah spesimen yang diperiksa baru sebanyak 2,43 juta dari 1,4 juta orang. Dari pemeriksaan tersebut rasio kasus positif di Indonesia sebesar 13,8%.

Selanjutnya: Peneliti Costa Rica gunakan antibodi kuda untuk obati Covid-19 pada manusia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×