kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

KNKS dorong Badan Wakaf buat satu data wakaf nasional


Rabu, 11 Desember 2019 / 21:49 WIB
KNKS dorong Badan Wakaf buat satu data wakaf nasional
ILUSTRASI. KNKS mendorong Badan Wakaf Indonesia (BWI) membuat satu database aset wakaf nasional

Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) mendorong Badan Wakaf Indonesia (BWI) membuat satu database aset wakaf nasional.

"Kalo sudah begini kita tidak perlu lagi membangun sistem sendiri-sendiri. Secara nasional harus punya database aset wakaf secara nasional," kata Direktur Eksekutif KNKS, Ventje Rahardjo, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional BWI, Rabu (11/12).

Baca Juga: Alhamdulillah, usai 28 tahun akhirnya pangsa pasar perbankan syariah tembus 6%

Menurut dia, adanya satu data memudahkan untuk mengetahui penggunaan aset wakaf.

"Tapi kita harus bersepakat, kita hanya cuma satu platformnya, dan nanti KNKS akan anggap itu sebagai investasi negara. Satu platform yg bisa dipakai bersama semuanya, jadi semua kalo mau melakukan pencatatan ke platform yang sama dan menciptakan satu database nasional, untuk aset wakaf yang sudah ada dibuka pintu untuk registrasi ulang," jelas dia.

Selain itu, pihaknya akan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia bidang social finance, termasuk untuk wakaf. "Ini mungkin jadi sesuatu yang penting karena kita membutuhkan nazir, praktisioner terkait pengelolaan dana wakaf dan aset wakaf," ujar dia.

Baca Juga: Punya potesi besar, BI dorong pengembangan pariwisata halal

Lebih lanjut, terkait dengan literasi, Ventje mengaku sudah membuat rencana pengembangan literasi keuangan syariah. "Memang sudah ada di rencana kami, tapi belum dibuat secara detail," kata dia.

Menanggapi hal itu, Ketua Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh, setuju dengan adanya pembentukan platform satu database wakaf nasional. Ia menargetkan, pembentukan satu database itu dapat selesai tahun depan. "Begitu kita punya platform nasional, satu begitu, udah urusan apapun sudah satu data single," ucap dia.




TERBARU

Close [X]
×