Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.369 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sepanjang 2025–2026. Program ini diproyeksikan menjangkau sekitar 563.600 nelayan atau setara dengan 2,2 juta keluarga nelayan.
Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Madya Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Taufiq Budiman Atmamihardja mengatakan, pembangunan KNMP menjadi salah satu program kerja prioritas nasional yang diemban oleh Ditjen Perikanan Tangkap.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur perikanan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Baca Juga: Update Kasus Karhutla: Berkas Perkara Masuk Tahap I, Laporan dan Tersangka Bertambah
"Kalau diestimasi, jumlah penerima manfaat ini akan mencapai sekitar 563.600 nelayan. Kalau dihitung dengan keluarga nelayannya, ini bisa mencapai kira-kira sampai 2,2 juta keluarga nelayan," ujar Taufiq dalam Vocational Goes to Actor di KKP, Selasa (3/11/2026).
Taufiq menjelaskan, pembangunan KNMP akan dilakukan melalui sejumlah tipe kawasan, yakni tipe hub dan tipe penyangga.
Perbedaan kedua tipe tersebut terletak pada kelengkapan fasilitas yang disediakan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.
Tipe hub akan memiliki fasilitas yang lebih kompleks dan lengkap. Sementara itu, tipe penyangga akan menyediakan fasilitas yang lebih terbatas, terutama untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat nelayan dan mendukung proses bisnis pengelolaan perikanan tangkap.
KKP juga telah menyiapkan roadmap pengembangan KNMP yang mencakup peningkatan produktivitas, kualitas, serta keberlanjutan kawasan.
Dalam upaya meningkatkan produktivitas, pemerintah akan melakukan pemetaan potensi perikanan di wilayah pembangunan KNMP.
Baca Juga: Papua Tengah Usulkan Dua Titik Sekolah Rakyat, Kemensos Prioritaskan Wilayah 3T
Selain itu, identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana modernisasi juga dilakukan agar fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan masing-masing kawasan.
Adapun peningkatan kualitas diarahkan untuk mendorong produk perikanan memiliki daya saing dan memenuhi standar pasar global. Sementara itu, aspek keberlanjutan ditujukan untuk menjaga ketahanan ekonomi nelayan sekaligus memastikan sumber daya ikan tetap tersedia dalam jangka panjang.
Taufiq menilai, pembangunan KNMP tidak cukup hanya berhenti pada penyediaan infrastruktur. Pemerintah juga perlu memastikan kawasan tersebut dapat beroperasi secara produktif dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
"Namun demikian menurut hemat kami tidak cukup sampai dengan pembangunan saja. Tapi juga bagaimana setelah pembangunan ini pelaksanaan atau produktivitas dari hasil pembangunan-pembangunan tadi bisa berjalan," jelasnya.
KKP berharap, dampak ekonomi dari pembangunan KNMP tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di dalam kawasan, tetapi juga meluas ke wilayah sekitarnya. Dengan demikian, pengembangan kampung nelayan dapat mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di daerah.
Baca Juga: UU Satu Data Indonesia Disahkan, Celios Soroti Penguatan BPS Ketimbang Lembaga Baru
"Multiplier effect-nya kami harapkan juga nanti akan terus berkembang, tidak hanya terbatas di kampung tersebut, tapi di wilayah-wilayah sekitarnya juga diharapkan ada perkembangan terkait ekonomi," jelas Taufiq.
Diketahui, pembangunan KNMP ditargetkan bisa mencapai 5.000 titik hingga tahun 2029.
Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono menyebut Presiden telah memberikan arahan agar pihaknya membangun setidaknya 5.000 titik kampung nelayan dari sekitar 12.000 desa pesisir di seluruh penjuru negeri. Dari jumlah tersebut, terdapat 2.910 desa yang seluruh penduduknya atau 100% berprofesi sebagai nelayan.
Khusus rencana pembangunan KNMP pada 2027, Trenggono menyebut pemerintah telah merencanakan pengembangan KNMP di 1.000 titik yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, melalui program ini, pemerintah ingin memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir secara menyeluruh, mulai dari kegiatan produksi perikanan, pengolahan hasil tangkapan, logistik, hingga pemasaran.
Baca Juga: Surplus Dagang RI Terancam Makin Tipis, Impor Melonjak Lebih Kencang dari Ekspor
"Saya ingin ini betul-betul [Kampung Nelayan Merah Putih] menjadi program pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran. Pembangunan kampung nelayan ini adalah pembangunan untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat nelayan atau masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya di laut," ucap Trenggono dalam keterangan resminya, Senin (2/11/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














