kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.975   83,00   0,46%
  • IDX 6.128   26,71   0,44%
  • KOMPAS100 800   4,45   0,56%
  • LQ45 603   4,39   0,73%
  • ISSI 213   0,81   0,38%
  • IDX30 341   2,96   0,88%
  • IDXHIDIV20 416   3,91   0,95%
  • IDX80 91   0,42   0,46%
  • IDXV30 112   0,97   0,88%
  • IDXQ30 109   1,19   1,10%

Ketua KPK: Keberhasilan KPK bukan dari Century


Rabu, 19 September 2012 / 19:17 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di salah satu bank anggota Himbara di Jakarta, Jumat (16/5). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/16/10/2020.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menolak dengan tegas bahwa keberhasilan dalam pemberantasan korupsi diukur dari penanganan dan penuntasan kasus mega skandal dana talangan Bank Century.

Menurut Abraham, lembaga yang dipimpinnya itu telah memiliki skala prioritas dalam pemberantasan korupsi yang semakin menjamur ini.

Dia juga menjelaskan, jumlah penyidik yang dimiliki KPK tidak berbanding lurus dengan banyaknya kasus tindak pidana korupsi. "Jangan Century semata-mata dijadikan ukuran keberhasilan KPK. Ini juga tidak adil," ujar Abraham di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/9).

Abraham menambahkan, indikator grand corruption tidak melulu dipandang dari besarnya nilai kerugian negara. Tetapi mesti dilihat siapa yang berbuat korupsi. "Jika kerugian hanya Rp 1 miliar, tapi yang berubat siapa, itu masuk grand corruption," kata Abraham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×