kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.735   27,00   0,15%
  • IDX 6.499   -26,74   -0,41%
  • KOMPAS100 848   -1,66   -0,20%
  • LQ45 641   -3,31   -0,51%
  • ISSI 229   0,33   0,15%
  • IDX30 358   -2,02   -0,56%
  • IDXHIDIV20 436   -1,06   -0,24%
  • IDX80 97   -0,30   -0,31%
  • IDXV30 121   0,26   0,21%
  • IDXQ30 113   -0,62   -0,54%

Ketua KPK: Keberhasilan KPK bukan dari Century


Rabu, 19 September 2012 / 19:17 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di salah satu bank anggota Himbara di Jakarta, Jumat (16/5). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/16/10/2020.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menolak dengan tegas bahwa keberhasilan dalam pemberantasan korupsi diukur dari penanganan dan penuntasan kasus mega skandal dana talangan Bank Century.

Menurut Abraham, lembaga yang dipimpinnya itu telah memiliki skala prioritas dalam pemberantasan korupsi yang semakin menjamur ini.

Dia juga menjelaskan, jumlah penyidik yang dimiliki KPK tidak berbanding lurus dengan banyaknya kasus tindak pidana korupsi. "Jangan Century semata-mata dijadikan ukuran keberhasilan KPK. Ini juga tidak adil," ujar Abraham di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/9).

Abraham menambahkan, indikator grand corruption tidak melulu dipandang dari besarnya nilai kerugian negara. Tetapi mesti dilihat siapa yang berbuat korupsi. "Jika kerugian hanya Rp 1 miliar, tapi yang berubat siapa, itu masuk grand corruption," kata Abraham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×