kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Keterlibatan jenderal di kasus Novel, Istana diam


Kamis, 15 Juni 2017 / 12:48 WIB
Keterlibatan jenderal di kasus Novel, Istana diam


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pihak Istana Kepresidenan belum mau merespons perihal dugaan ada jenderal Polri yang terlibat penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung, saat dicegat para pewarta Istana usai pelantikan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Kamis (15/6) pagi, mengaku tidak mengetahui berita itu.

"Enggak tahu saya," ujar Pramono.

Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki juga tidak mau berkomentar soal dugaan itu.

"Itu bukan (wewenang) saya. Tanya kepada juru bicara saja (Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo)," ujar Teten saat dicegat para pewarta usai mengikuti acara yang sama.

Sementara itu, Johan Budi sendiri belum merespons pertanyaan para pewarta yang disampaikan lewat pesan singkat.

Dugaan bahwa penyerang Novel diotaki oleh seorang jenderal Polri terungkap dari ucapan Novel sendiri dalam sebuah wawancara kepada Time, beberapa hari lalu.

"Saya memang mendapat informasi bahwa seorang jenderal polisi terlibat," kata Novel.

"Awalnya saya mengira informasi itu salah. Tapi setelah dua bulan dan kasus itu belum juga selesai, saya mengatakan (kepada yang memberi informasi itu), sepertinya informasi itu benar," ujar dia.

Dalam perhitungan Novel, serangan air keras itu merupakan keenam kali ia diserang. Ia menduga kuat serangan-serangan itu terkait pekerjaannya sebagai penyidik KPK. (Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×