kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Kerja tim pengkaji biaya pendidikan belum memuaskan


Selasa, 26 Oktober 2010 / 10:06 WIB
ILUSTRASI. Platinum Bar


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kerja Tim Kaji Biaya Pendidikan yang terbentuk Agustus lalu belum menunjukkan hasil yang signifikan. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan, tim tersebut masih mengkaji kemampuan ekonomi dari masyarakat yang menyekolahkan anaknya di tingkat SD hingga SMA baik swasta maupun negeri.

Tim ini bertugas mengkaji biaya pendidikan di daerah. Lewat kajian ini, nantinya, pemerintah akan menyiapkan kebijakan-kebijakan untuk mengintervensi iuran dan pungutan liar di sekolah. "Konkret kebijakannya masih kami proses," kata Nuh, Selasa (26/10).

Nuh mengatakan, pemerintah daerah harus berkomitmen tidak lagi menambah pungutan-pungutan di sekolah karena biayanya sudah tinggi. Nuh mengakui biaya pendidikan terus naik akibat inflasi. Dia berharap masyarakat dan pemerintah daerah semakin peka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×