kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Kerja tim pengkaji biaya pendidikan belum memuaskan


Selasa, 26 Oktober 2010 / 10:06 WIB
ILUSTRASI. Platinum Bar


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kerja Tim Kaji Biaya Pendidikan yang terbentuk Agustus lalu belum menunjukkan hasil yang signifikan. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan, tim tersebut masih mengkaji kemampuan ekonomi dari masyarakat yang menyekolahkan anaknya di tingkat SD hingga SMA baik swasta maupun negeri.

Tim ini bertugas mengkaji biaya pendidikan di daerah. Lewat kajian ini, nantinya, pemerintah akan menyiapkan kebijakan-kebijakan untuk mengintervensi iuran dan pungutan liar di sekolah. "Konkret kebijakannya masih kami proses," kata Nuh, Selasa (26/10).

Nuh mengatakan, pemerintah daerah harus berkomitmen tidak lagi menambah pungutan-pungutan di sekolah karena biayanya sudah tinggi. Nuh mengakui biaya pendidikan terus naik akibat inflasi. Dia berharap masyarakat dan pemerintah daerah semakin peka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×