kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kepemilikan asing di SBN susut, utang luar negeri pemerintah bulan Februari tumbuh 5%


Rabu, 15 April 2020 / 12:38 WIB
ILUSTRASI. Utang luar negeri pemerintah hanya tumbuh tipis setelah kepemilikan asing di SBN bulan Februari turun


Reporter: Grace Olivia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Pemerintah per akhir Februari 2020 sebesar US$ 200,6 miliar. ULN Pemerintah tumbuh 5,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.  

Posisi ini lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 9,5% yoy. Dalam laporan BI, Rabu (15/4), turunnya ULN Pemerintah disebabkan oleh susutnya kepemilikan investor asing pada surat utang yang tercatat sebesar US$ 145,34 miliar, turun dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 150,61 miliar. 

Penurunan paling signifikan terjadi pada surat berharga negara (SBN) domestik yang tercatat sebesar US$ 73,59 miliar, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$ 78,81 miliar.

Baca Juga: Per Februari 2020, utang luar negeri Indonesia capai US$ 407,5 miliar

"Penurunan ULN pemerintah tersebut dipengaruhi sentimen global sebagai dampak pandemi Covid-19 yang meluas sehingga mendorong arus modal keluar dari pasar SBN domestik,” terang BI.

Sementara nilai pinjaman dalam ULN pemerintah tercatat sebesar US$ 55,27 miliar atau naik dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 54,34 miliar. Kenaikan terjadi pada pinjaman bilateral yang tercatat sebesar US$ 21,64 miliar dari bulan sebelumnya sebesar US$ 21,16 miliar. 

Adapun, pemerintah juga melakukan pembayaran ULN pada Februari lalu sebesar US$ 350 juta. Terdiri dari pembayaran pokok utang sebesar US$ 147 juta dan pembayaran bunga utang sebesar US$ 203 juta. Terbesar di antaranya ialah pembayaran bunga utang untuk SBN internasional yang mencapai US$ 157 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×