kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kemitraan Baru RI-Inggris Dorong Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di IKN


Sabtu, 02 Maret 2024 / 10:20 WIB
Kemitraan Baru RI-Inggris Dorong Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di IKN
MoU ditandatangani oleh Duta Besar Dominic Jermey, disaksikan oleh Yang Mulia Anne-Marie Trevelyan MP, Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik, dan Michael Sampoerna, Ketua Komite Bilateral Inggris-Indonesia di KADIN, sekaligus CEO Sampoerna Strategic Holdings.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejarah baru terukir bagi Indonesia dengan dimulainya pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur. Visi ambisius ini bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan lompatan besar menuju masa depan yang gemilang. 

Nusantara dirancang sebagai kota hutan yang cerdas dan berkelanjutan, dengan tujuan menorehkan reputasi sebagai 'Global City for All'. 

Hal itu semakin diperkuat dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) dan Infrastruktur Ekspor, Inggris. 

Terdapat 10 perusahaan terdaftar di Inggris yang menyatakan dukungannya  terhadap MoU tersebut antara lain Mace Group Ltd; Gleeds International Limited; Connected Places Catapult; Arup Ltd; Turner & Townsend Ltd; Equatorise Ltd; Broadway Malyan; Mott MacDonald; JCB Limited and Foster + Partners Ltd.

Equatorise, perusahaan konsultan yang fokus pada fasilitasi bisnis dan investasi antara Indonesia dan Inggris, menyambut baik penandatanganan MoU antara KADIN Indonesia dan Infrastruktur Ekspor: Inggris. 

Baca Juga: PGN dan Conrad Energy Kerjasama Pemanfaatan Pasokan Gas Bumi Aceh

MoU ditandatangani oleh Duta Besar Dominic Jermey, disaksikan oleh Yang Mulia Anne-Marie Trevelyan MP, Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik, dan Michael Sampoerna, Ketua Komite Bilateral Inggris-Indonesia di KADIN, sekaligus CEO Sampoerna Strategic Holdings. 

Bertepatan dengan momentum hubungan diplomatik antara Inggris dan Indonesia yang ke 75 tahun, MoU ini menandai babak baru dalam Kemitraan Infrastruktur Berkelanjutan Indonesia-Inggris yang pertama, dengan tujuan utama mendukung pengembangan Nusantara.

Melanjutkan momentum positif dari inisiatif KADIN Indonesia dan Roadshow ASEAN BAC pada Mei 2023, antusiasme signifikan dari perusahaan-perusahaan Inggris untuk berkolaborasi dalam proyek Nusantara semakin diperkuat.

Upacara penandatanganan hari ini memperkuat minat tersebut dan membuka jalan bagi peluang bisnis dan investasi yang konkret. 

Steven Marcelino, Sekretaris Jenderal Komite Bilateral Inggris-Indonesia di KADIN dan Managing Partner Equatorise Advisory, menyatakan senang dapat menyaksikan formalisasi kemitraan berkelanjutan yang baru ini antara Indonesia dan Inggris. 

Baca Juga: Perusahaan Alih Daya Dapen BRI dan YKP BRI Raup Pendapatan Rp 4 Triliun Tahun 2023

Ia bilang, sejak mendukung KADIN pada Roadshow ASEAN-BAC tahun lalu, pihaknya telah mengamati antusiasme yang besar dari sektor swasta Inggris untuk berkontribusi pada pembangunan Nusantara bersama dengan bisnis Indonesia. 

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan IE:UK untuk menerjemahkan antusiasme ini menjadi peluang bisnis nyata bagi ibu kota baru kami," ujarnya dalam siaran pers.

MoU ini berfokus pada beberapa area utama: Pertama, Desain dan Perencanaan: Berkolaborasi untuk memastikan infrastruktur IKN selaras dengan visi Otorita Ibu Kota Nusantara dan memprioritaskan keberlanjutan jangka panjang.

Kedua, Mobilitas Berkelanjutan:  Mengembangkan dan menerapkan solusi transportasi ramah lingkungan seperti sistem transportasi umum, kendaraan listrik, dan jaringan logistik yang efisien.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Groundbreaking BRI International Microfinance Center di IKN

Ketiga, Keuangan Berkelanjutan:  Memfasilitasi akses dan mobilisasi pembiayaan berkelanjutan untuk proyek infrastruktur di dalam dan sekitar IKN, mempromosikan investasi hijau dan praktik yang bertanggung jawab.

Keempat, Manajemen Proyek, Tata Kelola, dan Standar:  Berbagi pengetahuan dan praktik terbaik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengembangan, konstruksi, dan operasi IKN, memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap standar yang tinggi.

Equatorise percaya bahwa kemitraan ini memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pengembangan Nusantara sebagai kota yang cerdas, berkelanjutan, dan terkenal secara global. Equatorise berkomitmen untuk memainkan peran penting dalam memfasilitasi kolaborasi antara bisnis Indonesia dan Inggris, mendorong proyek ini ke depan, dan mencapai visi bersama untuk Nusantara yang makmur dan berkelanjutan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×