kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.275   40,33   0,65%
  • KOMPAS100 823   4,75   0,58%
  • LQ45 627   3,49   0,56%
  • ISSI 217   0,81   0,38%
  • IDX30 352   2,39   0,68%
  • IDXHIDIV20 433   2,30   0,53%
  • IDX80 94   0,46   0,49%
  • IDXV30 119   0,43   0,36%
  • IDXQ30 112   0,56   0,50%

Kementan optimistis lanjutkan swasembada


Minggu, 08 Oktober 2017 / 15:03 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) optimis dapat melanjutkan swasembada beras. Pasalnya, musim tanam akan berlangsung mulai Oktober 2017 hingga Maret 2018 (Okmar), terlebih adanya hujan di beberapa daerah.

"Berdasarkan laporan dari sejumlah daerah, sekarang sudah memasuki musim hujan. Artinya, petani siap menyemai benih dan mengolah tanah untuk tanam padi pada musim Okmar ini," ujar Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Suwandi seperti yang tertera dalam keterangab tertulis yang diterima KONTAN, Minggu (8/10).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat sejumlah provinsi mulai memasuki musim hujan di bulan Oktober-November. Beberapa wilayah tersebut adalah Sumatera bagian selatan dan utara, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, wilayah Maluku bagian Tengah, serta Sulawesi.

Menurut Suwandi Kemtan menargetkan luas tanam padi pada musim Okmar lebih tinggi lagi dibanding periode sama tahun sebelumnya. Luas tanam padi pada musim Okmar 2016-2017 mencapai 9,35 juta hektar. Dimana, luas tersebut 6,8% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berkisar 8,76 juta hektar.

"Berdasarkan data luas tanam padi Okmar 2016-2017 dan April-September 2017 surplus lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, kami yakin produksi padi 2017 jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya dan mampu menjaga swasembada secara berkelanjutan, tidak impor beras," yakin dia.

Dia juga mengungkap bahwa terdapat stok beras di Perum Bulog sebanyak 1,52 juta ton, dimana stok tersebut dianggap aman memenuhu kebutuhan beras delama tujuh bulan atau jingga April 2018. Diperkirakab penyerapan padi pada Februari hingga April 2018 akan meningkat karena adanya panen raya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×