kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Kemenkeu Sudah Cairkan Rp 56,5 Triliun untuk Anggaran Pendidikan pada Januari 2026


Senin, 23 Februari 2026 / 20:09 WIB
Kemenkeu Sudah Cairkan Rp 56,5 Triliun untuk Anggaran Pendidikan pada Januari 2026
ILUSTRASI. Wamenkeu Suahasil (Dok/Kemenkeu)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mencairkan anggaran pendidikan sebesar Rp 56,5 triliun hingga Januari 2026. Angka tersebut setara 7,4% dari total pagu anggaran pendidikan dalam APBN 2026 yang mencapai Rp 769,1 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, belanja pendidikan tersebut digunakan untuk membiayai ekosistem pendidikan secara menyeluruh, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, hingga infrastruktur pendidikan.

“Belanja pendidikan ini untuk membiayai ekosistem pendidikan kita ,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa 2026 Edisi Februari, Senin (23/2/2026).

Dari total realisasi tersebut, Rp 22 triliun telah dicairkan untuk mendukung siswa dan mahasiswa melalui berbagai program bantuan, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, serta program makan bergizi gratis.

Baca Juga: Agresif, Belanja MBG Tembus Rp 36,6 Triliun Hingga 21 Februari 2026

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Rp 2,6 triliun untuk pembayaran tunjangan profesi guru dan dosen sebagai bagian dari dukungan terhadap tenaga pendidik.

Di sisi lain, anggaran pendidikan juga dialokasikan untuk pembangunan dan operasional sekolah serta perguruan tinggi. Pemerintah telah merealisasikan Rp 27,8 triliun untuk Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Operasional Pendidikan Perguruan Tinggi Agama, serta pembangunan kampus dan sekolah.

Program Sekolah Rakyat juga terus berjalan dengan dukungan APBN, khususnya untuk memastikan proses pendidikan tetap berlangsung. Untuk pembangunan baru, pada 2026 pemerintah menganggarkan pembangunan 104 sekolah rakyat yang akan menambah jumlah sekolah yang telah beroperasi.

Baca Juga: Pemerintah Kucurkan Pembiayaan Investasi Rp 22,73 Triliun Januari 2026, Ini Tujuannya

Tak hanya itu, program revitalisasi sekolah dan madrasah juga terus dilanjutkan. Pada 2025, sebanyak 12.500 sekolah telah direvitalisasi. Tahun ini, pemerintah menargetkan hampir 12.000 sekolah dan madrasah akan direvitalisasi dengan pagu anggaran sebesar Rp 17,6 triliun.

Pemerintah menegaskan, dukungan anggaran pendidikan akan terus dioptimalkan guna memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan akses, kesejahteraan tenaga pendidik, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia.

Selanjutnya: AAUI: Prospek Bisnis Asuransi Umum Masih Menghadapi Berbagai Tantangan Tahun Ini

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 24 Februari 2026, Atur Ketenangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×