kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Kemenkes: 401.586 Kasus ISPA akibat Karhutla, Balita dan Lansia Jadi Kelompok Rentan


Rabu, 04 November 2026 / 20:25 WIB
Kemenkes: 401.586 Kasus ISPA akibat Karhutla, Balita dan Lansia Jadi Kelompok Rentan
ILUSTRASI. Juru Bicara Utama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati (KONTAN/Aura Putri)


Reporter: Aura Putri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 401.586 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kasus tersebut tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota.

Juru Bicara Utama Kemenkes Widyawati mengatakan, jumlah tersebut termasuk tambahan 3.906 kasus baru berdasarkan data pemantauan per 2 November 2026 pukul 16.00 WIB.

"Pemerintah memang sangat memahami kekhawatiran masyarakat akan dampak kabut asap terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan," ujar Widyawati dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga: Jelang Rilis Data BPS, INDEF Proyeksi Ekonomi Kuartal III 2026 Hanya Tumbuh 5%

Widyawati memaparkan, kelompok rentan yang terdampak mencakup 91.913 kasus pada balita berusia 0–5 tahun, 87.704 kasus pada anak usia 6–9 tahun, serta 56.092 kasus pada kelompok lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

Selain itu, Kemenkes mencatat 590 kasus ISPA pada ibu hamil, 1.530 kasus pada penderita asma, serta 8.086 kasus pada pekerja luar ruangan.

Berdasarkan pemantauan di lima provinsi, Kemenkes mencatat penurunan kasus ISPA di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Riau. Sebaliknya, tren peningkatan kasus terjadi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, Widyawati mengimbau masyarakat menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: Jelang Pengumuman BPS, Ekonomi RI Kuartal III-2026 Diprediksi Tumbuh 5%

"Kepada masyarakat, selalu gunakan masker untuk mengurangi paparan partikel berbahaya dari asap terutama saat harus beraktivitas di luar rumah. Jaga kesehatan dan kebersihan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×