kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.925   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.196   77,21   1,26%
  • KOMPAS100 798   9,77   1,24%
  • LQ45 610   7,13   1,18%
  • ISSI 217   3,90   1,83%
  • IDX30 339   2,99   0,89%
  • IDXHIDIV20 432   2,94   0,68%
  • IDX80 91   1,17   1,30%
  • IDXV30 117   1,10   0,95%
  • IDXQ30 110   0,60   0,54%

Kejar Pertumbuhan 6%, Pemerintah Bidik Investasi Hilirisasi Rp 1.160 Triliun di 2027


Selasa, 06 Oktober 2026 / 13:49 WIB
Kejar Pertumbuhan 6%, Pemerintah Bidik Investasi Hilirisasi Rp 1.160 Triliun di 2027
ILUSTRASI. Kontan - MIND ID Jekonomi Hilirisasi 2026 (DOK. MIND ID/MIND ID)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan investasi nasional pada 2027 mencapai sekitar Rp 2.900 triliun. Dari target tersebut, sekitar 40% atau setara Rp 1.160 triliun diharapkan berasal dari investasi sektor hilirisasi.

Besaran target tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027 dapat mencapai 6% secara tahunan (year on year/yoy) sesuai target Presiden Prabowo dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

"Tahun depan target investasinya sekitar Rp 2.900 triliun. Ini termasuk mungkin 40% dari hilirisasi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan Kontan, saat ditemui di Graha CIMB Niaga Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Airlangga mengatakan, investasi hilirisasi pada tahun depan masih akan diarahkan terutama pada sektor mineral dan batubara, termasuk persiapan pengembangan komoditas logam lainnya. "Ya pasti mineral dan batubara, termasuk persiapan yang untuk logam lain," ujarnya.

Baca Juga: BPK Temukan Rp 49,28 Triliun Keuangan Negara Bermasalah, Ini Rinciannya

Lebih lanjut Airlangga menyebut pengembangan industri dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam (SDA) menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan yang ditargetkan 8% pada tahun 2029.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan hilirisasi komoditas mineral, tetapi juga mulai memperluas pengembangan sumber daya alam yang dapat diperbarui atau renewable resources.

Sumber daya alam tersebut terbagi menjadi renewable dan non-renewable. Untuk sektor renewable, pemerintah mendorong pengembangan industri berbasis kehutanan, pertanian, perkebunan, serta kelautan dan perikanan.

"Yang renewable adalah yang berbasis kepada hutan dan agro. Itu salah satu yang kita kembangkan dan relatif kita sudah punya turunan," ujarnya.

Airlangga mencontohkan, kelapa sawit saat ini telah memiliki lebih dari 200 produk turunan. Selain itu komoditas karet juga telah dikembangkan hinga produk ban. Industri berbasis pertanian juga diarahkan untuk menghasilkan produk pangan, pakan ternak, hingga bahan bakar.

Sementara itu, untuk sumber daya alam non-renewable, Airlangga menyebut fokus utama masih berada pada mineral dan batubara.

Pemerintah sendiri telah menyusun peta jalan hilirisasi untuk 28 komoditas yang mencakup delapan sektor. Airlangga menegaskan, hilirisasi perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi industrialisasi yang lebih luas.

Baca Juga: Rosan Ungkap Sektor Penggerak Investasi Transisi Energi: dari EV Hingga Biofuel

"Hilirisasi tidak sama dengan industrialisasi. Hilirisasi salah satu daripada industri," ujarnya.

Karena itu, pemerintah juga akan mendorong sektor manufaktur lain seperti otomotif, tekstil dan produk tekstil, fast moving consumer goods (FMCG), serta industri strategis lainnya.

Langkah tersebut diperlukan agar kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dapat meningkat di atas 20%.

Airlangga menyebut, kebutuhan investasi untuk pengembangan 28 komoditas hilirisasi tersebut mencapai sekitar US$ 618 miliar yang ditargetkan bisa tercapai pada 2040. Investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekspor hingga US$ 857 miliar, dengan tambahan nilai ekspor sekitar US$ 235,9 miliar.

"Kalau hilirisasi ini bertambah, ekspor kita bisa double dari angka tersebut," katanya.

Adapun realisasi investasi di sektor hilirisasi pada semester I 2026 mencapai Rp 300,1 triliun, tumbuh 6,9% secara tahunan (year on year/yoy). Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 29,7% dari total capaian realisasi investasi sebesar Rp 1.010,6 triliun pada semester I 2026.

Dalam rinciannya, investasi di sektor mineral mencapai Rp 206,5 triliun, keudian sektor perkembunan dan kehutanan sebesar Rp 54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp 35,4 triliun, dan sektor perikanan dan kelautan Rp 3,8 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×