kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.754   69,00   0,39%
  • IDX 6.396   -202,97   -3,08%
  • KOMPAS100 847   -26,92   -3,08%
  • LQ45 637   -13,66   -2,10%
  • ISSI 229   -9,22   -3,87%
  • IDX30 363   -5,99   -1,62%
  • IDXHIDIV20 449   -6,22   -1,37%
  • IDX80 97   -2,77   -2,77%
  • IDXV30 125   -3,34   -2,60%
  • IDXQ30 118   -1,39   -1,17%

Ke Istana, MUI minta Jokowi larang tayangan porno


Selasa, 05 Januari 2016 / 13:20 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menerbitkan larangan bagi tayangan televisi yang tidak mendidik.

Permintaan tersebut mereka sampaikan langsung saat bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Selasa (5/1).

Maruf Amin, Ketua MUI mengatakan, tayangan tidak mendidik cukup berbahaya.

Bila dibiarkan, itu bisa merusak moral.

"Misal tayangan berbau pornografi, kami sudah usulkan ke presiden untuk dilarang," katanya usai pertemuan tersebut.

Maruf juga mengatakan, dalam pertemuan tersebut MUI juga meminta kepada Jokowi agar pemerintah ikut berperan aktif dalam mendamaikan konflik yang terjadi antara Arab Saudi dengan Iran.

Permintaan ini disampaikan karena MUI khawatir kalau bila terus didiamkan, konflik kedua negara tersebut bisa meluas ke negara lain.

"Iran punya banyak teman, Arab juga. Karena itu kami minta Indonesia ikut damaikan konflik itu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×