kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Karen dan Omar Tak Bisa Menawar Misi Pertamina


Jumat, 06 Februari 2009 / 08:22 WIB


Reporter: Hans Henricus |

JAKARTA. Pemerintah mengharapkan direksi Pertamina yang baru harus menjamin misi Pertamina berjalan.

Menteri Negara Sekretaris Negara, Hatta Rajasa mengatakan Pertamina memiliki misi besar menjamin penyediaan bahan bakar minyak bersubsidi dan distribusi ke seluruh Indonesia.

"Misi ini tidak bisa ditawar-tawar. Pemerintah mengharapkan distribusi dan security of supply benar-benar dijaga," uajr Hatta di kantor Sekretariat Negara, Kamis (5/2).

Selain itu, direksi baru juga harus mampu mendorong peningkatkan produksi minyak nasional. Caranya, lanjut Hatta, mengadakan peremajaan kilang-kilang Pertamina yang sudah tua. "Ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor," jelas Hatta.

Menurutnya, Pemerintah memilih Karen Agustiawan sebagai Direktur utama Pertamina lantaran mampu mendorong produksi minyak Pertamina saat dirinya masih menjabat Direktur Hulu. Sedangkan, mengenai Omar S. Anwar, menurut Hatta Pemerintah menilainya cukup berpengalaman dalam bisnis keuangan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×