kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kaki Melepuh Kerap Dialami Jemaah di Madinah, Begini Penangananya


Senin, 04 Mei 2026 / 14:01 WIB
Kaki Melepuh Kerap Dialami Jemaah di Madinah, Begini Penangananya
ILUSTRASI. Jemaah Haji Jakarta-Banten Menjalankan Umroh Waji di Makkah (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kaki melepuh menjadi salah satu keluhan kesehatan yang kerap dialami jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah. Kondisi ini umumnya terjadi akibat telapak kaki terpapar panas ekstrem dari lantai pelataran Masjid Nabawi, terutama ketika jemaah berjalan tanpa alas kaki usai beribadah.

Jemaah haji kerap kali kehilangan sandal saat beribadah di Masjid Nabawi, sehingga membuatnya terpaksa berjalan kaki pulang ke pemondokan atau hotel dengan tanpa alas kaki.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah PPIH 2026, Enny Nuryanti mengingatkan jemaah untuk mewaspadai kondisi tersebut, khususnya saat suhu udara dan permukaan lantai meningkat pada siang hingga sore hari. Ia menyebut, karakter lantai di Masjid Nabawi berbeda dengan Masjidil Haram sehingga risiko kaki melepuh lebih sering terjadi di Madinah.

Baca Juga: Kemenhaj Larang Pungutan pada Layanan Kursi Roda Jemaah, Pelanggar Disanksi Tegas

“Jadi, makanya kita harapkan untuk jamaah, bila beribadah ke Masjid Nabawi, sebaiknya bawa kantong plastik sendiri, jadi udah dari hotel, udah disiapkan, bila mau masuk maka sepatu atau sendalnya itu dibawa sendiri, bawa masuk dan nanti keluar bisa langsung dipakai,” tutur Enny kepada di KKHI Madinah, Minggu (3/5/2026).

Ia menyebut, banyak kasus kaki melepuh terjadi karena jemaah kehilangan atau lupa lokasi penitipan sandal, sehingga terpaksa berjalan tanpa alas kaki di pelataran masjid yang panas.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa, Jemaah dengan diabetes diminta lebih berhati-hati karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami lepuhan akibat neuropati atau gangguan saraf yang membuat telapak kaki tidak sensitif terhadap panas. Kondisi ini membuat jemaah sering tidak menyadari telapak kakinya terpapar suhu ekstrem hingga akhirnya muncul luka lepuh.

Apabila telapak kaki terlanjur terkena permukaan panas, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah segera menyiram kaki dengan air dingin untuk menurunkan suhu kulit.

Jika lepuhan sudah muncul, jemaah diminta tidak menanganinya sendiri dan segera mendatangi pos kesehatan terdekat atau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.

“Kalau misalnya kita kontak dan dengan panas langsung siram air dingin, kalau bisa air es,” tandasnya.

Baca Juga: 85.404 Jemaah Haji Telah Tiba di Arab Saudi, Pergeseran Ke Makkah Terus Berjalan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×