kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,90   15,53   2.01%
  • EMAS1.029.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

'Juni 2020, ada tanda-tanda secercah harapan, cahaya yang baik bagi ekonomi kita...'


Kamis, 09 Juli 2020 / 04:00 WIB
'Juni 2020, ada tanda-tanda secercah harapan, cahaya yang baik bagi ekonomi kita...'

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi dalam negeri terus melemah akibat pandemi Covid-19 di sepanjang paruh semester I tahun 2020. Meski demikian, Pemerintah meyakini pemulihan ekonomi Indonesia akan dimulai pada kuartal III-2020.

Penyebaran virus corona memang membuat ekonomi dunia terpukul, tak terkecuali Indonesia. Sebagian besar aktivitas ekonomi berhenti akibat kebijakan penutupan wilayah untuk menekan penularan virus. Alhasil, pada kuartal I-2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 2,97%, jadi yang terendah sejak 2001. Bahkan, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 diperkirakan kontraksi 3,1%.

Meski demikian, Deputi I Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, ada angin segar ekonomi akan pulih di semester terakhir tahun ini. Hal tersebut tercermin dari beberapa indikator yakni PMI manufaktur Indonesia, indeks keyakinan konsumen, dan inflasi.

Baca Juga: Ekonom IKS menilai saat ini bukan waktu yang tepat untuk revisi UU BI

"Tapi ada hal yang menarik, di Juni 2020 ada tanda-tanda secercah harapan, cahaya yang baik bagi ekonomi kita, ditunjukkan oleh leading indicator," ujarnya dalam webinar BNI: Percepatan Sektor Ekonomi Pemenang Fase New Normal, Rabu (8/7/2020).

Ia menjelaskan, pada Juni 2020 PMI manufaktur Indonesia meningkat ke 39,1. Jauh lebih baik dari posisi April 2020 yang anjlok ke 27,5 dan Mei 2020 yang sebesar 28,6. Begitupula dengan indeks keyakinan konsumen yang bergerak naik ke 83,8, membaik dari posisi di Mei 2020 yang berada di 77,8. Iskandar bilang, ini tak lepas dari penerapan kenormalan baru untuk kembali mengaktifkan perekonomian.

Baca Juga: Dinilai telah berkembang pesat, pemerintah dituntut kembangkan ekonomi digital

"Mei itu keyakinan konsumsen terhadap ekonomi Indonesa anjlok, tapi secara bertahap di Juni mulai meningkat," kata dia.

Penerapan kenormalan baru juga berimbas pada inflasi. Ekonomi yang mulai pulih meningkatkan permintaan sehingga berdampak pada kenaikan harga komditas. Menurut dia, ini terlihat dari kenaikan harga daging dan telur ayam ras.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×