kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Jumlah tes PCR masih minim, Kang Emil usul ke Jokowi untuk kerja sama dengan swasta


Selasa, 11 Agustus 2020 / 13:55 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kanan) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/202


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan kerja sama dengan pihak swasta dalam meningkatkan upaya tes PCR untuk mendeteksi virus corona (Covid-19).

Pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut mengaku keteteran dalam memenuhi standar rasio pengetesan Covid-19 berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meski pun saat ini berada di peringkat dua provinsi terbanyak melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Erick Thohir sampaikan rasa bangga pada BUMN atas capaian uji klinis vaksin

"Kelemahan kami hanya testing PCR walaupun sudah terbanyak se-Indonesia di luar Jakarta tetap mengejar rasio ke 50 juta (penduduk) kami keteteran," ujar Ridwan Kamil di depan Presiden Joko Widodo, Selasa (11/8).

Saat ini Jawa Barat telah melakukan pemeriksaan sebanyak 175.000 tes PCR. Namun, untuk meningkatkan angka tersebut sulit karena kapasitas laboratorium yang telah mencapai batas maksimal.

Oleh karena itu, Ridwan mengusulkan agar melakukan kerja sama dengan pihak swasta. Dimana nantinya pemerintah akan membayar setiap tes yang dilakukan oleh pihak swasta tersebut.

"Sekarang itu ada layanan dari swasta namanya pay per service PCR. Kalau diizinkan kebijakan itu maka kita bisa menaikkan statistik dengan kerjasama swasta kita hanya bayar 1 orang per berapa rupiah dititipkan ke lembaga ini," terang Ridwan.

Baca Juga: Kembangkan vaksin corona sendiri, Jokowi optimistis penelitian rampung tahun 2021

Nantinya pemerintah daerah hanya perlu memberikan nama kepada pihak pemeriksa swasta tersebut untuk dilakukan tes PCR. Sementara investasi alat tes akan dilakukan oleh pemeriksa swasta tersebut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×