kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Jumlah Kasus Semakin Melonjak, Ini 8 Fakta Ilmiah Terbaru Soal Varian Omicron


Kamis, 03 Februari 2022 / 05:43 WIB
ILUSTRASI. Kasus Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin naik. Kondisi ini dipicu oleh meluasnya penyebaran varian Omicron di Tanah Air. REUTERS/Dado Ruvic


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin naik. Kondisi ini dipicu oleh meluasnya penyebaran varian Omicron di Tanah Air.

Data yang dihimpun Kompas.com menunjukkan, terdapat penambahan 16.021 kasus baru virus corona per Selasa (1/2/2022). Dengan penambahan itu, hingga kini total ada 4.369.391 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Sejalan dengan melonjaknya kasus Covid-19, penambahan kasus Omicron terus merangkak naik. Hingga Senin (31/1/2022), total ada 2.980 varian Omicron di Indonesia. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.601 merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri dan 1.039 berasal dari transmisi lokal.

Baca Juga: Sinopharm Resmi Jadi Vaksin Booster ke-6 di Indonesia, Ini Efek Sampingnya

Mengutip informasi di laman covid19.go.id, pemerintah sudah mengantisipasi hal ini dan menyiapkan beberapa langkah untuk menghadapinya. Misalnya saja melakukan perbaikan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan sesuai dengan karakter varian Omicron, dan juga dengan menyediakan layanan telemedisin (aplikasi layanan kesehatan).

Untuk menghindari peningkatan beban pada tenaga dan fasilitas kesehatan, pemerintah mengimbau agar pasien tanpa ada gejala (asimtomatik) dapat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah selama lima hari.

Baca Juga: Data Corona RI, Rabu (2/2): Tambah 17.895 Kasus Baru, Sembuh 5.110, Meninggal 25

Sedangkan untuk pasien dengan gejala ringan (seperti batuk, pilek, atau demam) dapat menggunakan layanan telemedisin, ke puskesmas atau dokter terdekat.




TERBARU

[X]
×