kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Jokowi unjuk kewenangan depan Kopassus


Kamis, 10 November 2016 / 15:23 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo mulai garang. Dia mulai menunjukkan kekuatannya sebagai seorang presiden.

Salah satu unjuk kekuatan tersebut dia lakukan dengan menunjukkan kewenangannya dalam mengerahkan pasukan Sandhi Yudha, satuan Para Komando, dan satuan Gultor, pasukan cadangan yang dalam keadaan darurat bisa digerakkan presiden untuk keperluan-keperluan khusus.

Unjuk kekuatan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan kepada Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Lapangan Upacara Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11).

Dalam pengarahan tersebut, Jokowi mengatakan, sebagai panglima tertinggi TNI dia punya kewenangan lewat panglima TNI untuk menggerakkan pasukan- pasukan tersebut, khususnya, bila negara dalam keadaan bahaya.

"Tapi saat ini kita tidaklah sedang berada dalam keadaan darurat," katanya katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Bey Macmudin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Kamis (10/11).

Jokowi mengatakan, hal itu disampaikannya terkait perayaan Hari Pahlawan. Selain menunjukkan kewenangannya, dalam pengarahan tersebut Jokiwi juga berpesan kepada prajurit TNI untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segala kepentingan pribadi dan golongan.

Dia berpesan agar prajurit bisa berdiri tegak menjaga kejayaan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×