CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Jokowi ungkap rencana korporasi petani belum jalan


Selasa, 06 Oktober 2020 / 10:40 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengungkapkan rencana pembentukan korporasi petani dan nelayan masih belum berjalan. Padahal langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong sektor pertanian di Indonesia. 

Meski saat ini telah ada kelompok petani, tetapi hal itu belum didukung oleh ekosistem bisnis yang baik.

"Saya melihat implementasi model korporasi petani dan nelayan belum berjalan optimal di lapangan," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference di Istana Bogor, Selasa (6/10).

Korporasi petani dan nelayan yang besar akan memberikan skala ekonomi yang besar pula bagi masyarakat. Selain itu, korporasi petani dan nelayan akan mengembangkan usaha pertanian ke depan.

Baca Juga: Petani Lembang mulai jajaki ekspor sayuran ke Singapura

Jokowi bilang nantinya usaha pertanian tak hanya fokus pada kegiatan on farm tetapi juga off farm. Sehingga kegiatan pasca produksi juga perlu didorong akses pembiayaan, informasi, teknologi, serta meningkatkan efisiensi dan pemasaran.

Pengembangan korporasi petani dan nelayan akan difokuskan untuk menjadi percontohan. Sehingga nantinya akan lebuh mudah diterapkan di wilayah lainnya.

"Saya minta kita fokus membangun satu atau maksimal dua model bisnis koperasi petani atau korporasi nelayan di sebuah provinsi, sampai betul-betul jadi, sehingga ini nanti bisa dijadikan benchmarking, bisa dijadikan contoh, dicopy di provinsi lain," terang Jokowi.

Jokowi bilang keberhasilan percontohan tersebut nantinya akan mempermudah dalam pengembangan di wilayah lain. Sehingga rencana pengembangan korporasi petani dan nelayan bisa dilakukan.

Selanjutnya: Di tengah pergeseran iklim, pembukaan lahan dengan pembakaran berisiko besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×