kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Jokowi ungkap rencana korporasi petani belum jalan


Selasa, 06 Oktober 2020 / 10:40 WIB
Jokowi ungkap rencana korporasi petani belum jalan
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengungkapkan rencana pembentukan korporasi petani dan nelayan masih belum berjalan. Padahal langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong sektor pertanian di Indonesia. 

Meski saat ini telah ada kelompok petani, tetapi hal itu belum didukung oleh ekosistem bisnis yang baik.

"Saya melihat implementasi model korporasi petani dan nelayan belum berjalan optimal di lapangan," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference di Istana Bogor, Selasa (6/10).

Korporasi petani dan nelayan yang besar akan memberikan skala ekonomi yang besar pula bagi masyarakat. Selain itu, korporasi petani dan nelayan akan mengembangkan usaha pertanian ke depan.

Baca Juga: Petani Lembang mulai jajaki ekspor sayuran ke Singapura

Jokowi bilang nantinya usaha pertanian tak hanya fokus pada kegiatan on farm tetapi juga off farm. Sehingga kegiatan pasca produksi juga perlu didorong akses pembiayaan, informasi, teknologi, serta meningkatkan efisiensi dan pemasaran.

Pengembangan korporasi petani dan nelayan akan difokuskan untuk menjadi percontohan. Sehingga nantinya akan lebuh mudah diterapkan di wilayah lainnya.

"Saya minta kita fokus membangun satu atau maksimal dua model bisnis koperasi petani atau korporasi nelayan di sebuah provinsi, sampai betul-betul jadi, sehingga ini nanti bisa dijadikan benchmarking, bisa dijadikan contoh, dicopy di provinsi lain," terang Jokowi.

Jokowi bilang keberhasilan percontohan tersebut nantinya akan mempermudah dalam pengembangan di wilayah lain. Sehingga rencana pengembangan korporasi petani dan nelayan bisa dilakukan.

Selanjutnya: Di tengah pergeseran iklim, pembukaan lahan dengan pembakaran berisiko besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×