kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Jokowi tekankan bahwa pekan ini bansos rampung dan data harus transparan


Senin, 04 Mei 2020 / 10:24 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo


Reporter: Abdul Basith | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta seluruh masyarakat yang terdaftar dapat menerima bantuan sosial (bansos) pada pekan ini.

Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program bansos sebagai jaring pengaman sosial. Hal itu untuk mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

"Saya minta kecepatan agar bansos ini sampai di tangan keluarga penerima. Semakin cepat diterima semakin baik," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui video konferensi di Istana Bogor, Senin (4/5).

Baca Juga: Pemerintah percepat bansos bagi masyarakat terdampak pandemi

Meski begitu waktu pemberian bansos juga harus memperlihatkan pemberian bansos yang juga dilakukan oleh pemerintah daerah. Sehingga nantinya pemberian bansos tidak tumpang tindih.

Selain itu Jokowi juga meminta data yang transparan terkait penerima bansos. Presiden pun menyarankan perlu ada hotline untuk pengaduan untuk mengetahui bila terjadi penyimpangan dalam penyaluran bansos. 

"Siapa yang dapat, kriterianya apa, jenis bantuannya apa, sehingga jelas tidak menimbulkan kecurigaan," terang Jokowi.

Presiden juga meminta kepala daerah melihat kembali warga yang belum menerima bansos. Solusi atas masalah tersebut perlu segera dicari agar semua bisa mendapatkan bansos.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×