kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Jokowi: Sebagai petahana, saya harus waspadai manuver politik kubu lawan


Selasa, 11 Desember 2018 / 06:07 WIB
ILUSTRASI. PRESIDEN IKUT SENAM TERA INDONESIA


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan, sebagai petahana, ia harus tetap mewaspadai manuver politik kubu lawan.

"Sebab petahana itu gampang dicari kesalahan, gampang dicari apa yang gagal kita kerjakan," ujar Jokowi saat acara temu relawan Bravo-5 di Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12).

Bahkan, lanjut Jokowi, sesuatu yang tidak ada pun dapat dibuat seolah-olah menjadi ada dan disebarkan ke khalayak untuk menggerus elektabilitas. Oleh sebab itu, Jokowi meminta para relawan turut menyosialisasikan apa saja yang selama 4 tahun terakhir dikerjakan oleh pemerintahannya, mulai dari pembangunan infrastruktur, perbaikan ekonomi hingga soal sosial.

"Saya kira ini perlu diangkat- angkat terus, misalnya infrastruktur, baik dana desa, program keluarga harapan, kartu Indonesia sehat, kartu Indonesia pintar, harus terus diangkat," ujar Jokowi.

Sosialisasi itu pun, menurut Jokowi, harus dilakukan dengan cara-cara tidak biasa. Tidak bisa lagi sosialisasi dilakukan dengan cara-cara lama. Melalui pemasangan alat peraga kampanye di jalan-jalan misalnya.

Menurut Jokowi, salah satu cara tidak biasa yang dilakukan adalah dengan berkampanye door to door alias dari pintu ke pintu. Cara itu sudah ia lakukan saat memenangkan Pemilihan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

Namun, ia mengakui dalam kontestasi Pemilihan Presiden, tidak mungkin ia melakukan door to door. Oleh sebab itu, ia meminta relawannya melaksanakan kampanye model tersebut.

"Yang namanya door to door, menjelaskan ke orang yang belum tahu, itu sangat diperlukan. Sekarang inilah sebetulnya pekerjaan besar kita, yakni menjelaskan kepada masyarakat apa yang telah kita kerjakan, sampai di mana, apa manfaatnya," ujar Jokowi.

"Yang diperlukan buat saya adalah sebuah militansi dan pada saatnya nanti, tiba waktunya, ya saya juga akan menjelaskan pekerjaan besar kita ini," lanjut dia. (Fabian Januarius Kuwado)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Petahana Gampang Dicari Kesalahannya...https://nasional.kompas.com/read/2018/12/10/22483431/jokowi-petahana-gampang-dicari-kesalahannya"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×