kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.743   -1,00   -0,01%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Jokowi: Pemerintah tidak punya rencana memulangkan ISIS eks WNI


Rabu, 12 Februari 2020 / 16:34 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan arahan pada Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Dalam Rakornas tersebut Presiden Joko Widodo meminta aparat penegak hukum, pemerintah daerah dan instansi terkait


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo akan melepas kewarganegaraan anggota Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS). Hal itu ditunjukkan oleh Jokowi dengan istilah yang digunakan.

Pada saat menjawab kepastian anggota ISIS, Jokowi menggunakan istilah ISIS eks Warga Negara Indonesia (WNI) bukan WNI eks ISIS. "Pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang yang ada di sana ISIS eks WNI," ujar Jokowi di Istana Negara, Rabu (12/2).

Baca Juga: Pimpinan DPR setuju keputusan pemerintah tidak akan pulangkan WNI eks ISIS

Sikap pemerintah juga ditunjukkan dengan tidak lagi bertanggung jawab atas ISIS eks WNI tersebut. Tanggung jawab diserahkan kepada pihak yang memutuskan bergabung dengan ISIS tersebut.

"Karena sudah menjadi keputusan, mereka tentu saja segala sesuatu mestinya sudah dihitung dan dikalkulasi oleh yang bersangkutan," terang Jokowi.

Baca Juga: Keputusan pemerintah tak pulangkan WNI eks ISIS diharapkan tak jadi polemik




TERBARU

[X]
×