kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Jokowi minta Sri Mulyani inspeksi mendadak pusat logistik berikat tekstil, ada apa?


Sabtu, 05 Oktober 2019 / 08:00 WIB


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berkunjung ke Pusat Logistik Berikat (PLB) tekstil di daerah Sunter, Jakarta Utara, Jumat (4/10).

Menkeu mengaku dirinya diminta secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo untuk meninjau PLB. Sebab, berdasarkan infomasi yang dihimpun presiden RI, Indonesia saat ini banjir impor tekstil dan produce tekstil (TPT).

Baca Juga: Survei BI: Oktober kembali inflasi sebesar 0,02%

“Ini juga dadakan sehingga kami tahu keadaan realitas seperti apa. Jadi saya melihat langsung klaim banjir TPT melalui PLB itu benar atau tidak," kata Sri Mulyani di PLB tekstil Sunter, Jakarta Utara, Jumat (4/10).

Sri Mulyani menyampaikan secara statistik, impor TPT nasional baik serat maupun kain pada 2017-September 2019 secara berurut senilai US$ 4,7 miliar, US$ 4,9 miliar, dan US$ 3,7 miliar.

Kata Menkeu industri hulu TPT kapasitas produksi dan investasi meningkat namun serap industri antara atau barang setengah jadi  di dalam negeri kurang. Sehingga pasar untuk industri hulu TPT adalah pasar ekspor.

Di sisi lain, dalam industri antara terjadi penurunan kapasitas produksi yang antara lain disebabkan oleh kesulitan lingkungan dan mesin produksi yang sudah tua.  

Baca Juga: Pimpinan MPR jadi 10 orang, Menkeu akan sesuaikan anggaran

Hal ini kemudian berimbas untuk industri hilir yang kesulitan mendapat bahan baku asal dalam negeri membutuhkan pasokan, padahal utilisasi produksi industri hilir baru 56%.  

"Hal ini menyebabkan tertekannya industri hilir TPT nasional selain juga tidak diperlukan untuk kepentingan pakaian jadi," ujar Sri Mulyani.  




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×