kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Jokowi minta peningkatan investasi dapat menekan impor


Rabu, 30 Oktober 2019 / 18:23 WIB
Jokowi minta peningkatan investasi dapat menekan impor
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Maruf Amin, sebelum pelantikan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/10/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama.

Reporter: Abdul Basith | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar investasi yang masuk dapat menekan impor Indonesia. Hal itu diutarakan Jokowi sejalan dengan peningkatan investasi di Indonesia. Sehingga nantinya investasi akan berdampak pada pengurangan defisit transaksi berjalan (CAD).

"Harus kita pastikan peningkatan investasi terus bisa kita lakukan dalam saat yang bersamaan kita juga bisa mengurangi ketergantungan pada barang-barang impor," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (30/10).

Selain itu investasi yang ada juga didorong untuk industrialisasi. Termasuk memberikan nilai tambah pada barang mentah yang selama ini diekspor Indonesia. Kawasan industri di Morowali dapat dijadikan sebagai contoh pengembangan industri. Ke depan Jokowi mendorong kawasan Tuban menjadi pusat industri petrochemical.

Baca Juga: Tol laut dikuasai barang-barang dari perusahaan swasta

Jokowi juga meminta agar menterinya mengawasi investasi. Investasi yang memiliki potensi harus dikawal sehingga dapat menghilangkan hambatan "Betul-betul dikawal agar kita bisa segera mengejar defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan," terang Jokowi.

Ia juga menegaskan kembali terkait iklim investasi. Jokowi minta peringkat ease of doing business diperbaiki sehingga menarik kepercayaan investor.

Baca Juga: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berjanji perkuat alutsista TNI




TERBARU

Close [X]
×