kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,54   -7,05   -0.89%
  • EMAS940.000 0,64%
  • RD.SAHAM 0.78%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Jokowi minta pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia dipercepat


Rabu, 03 Juni 2020 / 10:58 WIB
Jokowi minta pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia dipercepat
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers seusai meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Presiden Jokowi meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau wabah COVID-19. TRIBU

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta eksekusi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara cepat.

Program PEN dirancang untuk mengeluarkan Indonesia dari tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19). Seperti dikethui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020 hanya sebesar 2,97%.

"Kuartal kedua, ketiga dan keempat kita harus mampu menahan agar laju pertumbuhan ekonomi tidak merosot lebih dalam lagi, tidak sampai minus," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui video conference di Istana Merdeka, Rabu (3/6).

Baca Juga: Jokowi sebut penanganan wabah corona bikin defisit APBN kian melebar

Jokowi berharap ekonomi Indonesia bisa pulih secara bertahap. Oleh karena itu, program PEN dinilai perlu dirancang dengan tepat agar berdampak positif bagi ekonomi.

Sejumlah program telah dirancang untuk masuk sebagai program PEN. Antara lain adalah subsidi bunga untuk UMKM, penempatan dana untuk bank yang terdampak restrukturisasi, penjaminan kredit modal kerja, Penyertaan Modal Negara untuk (PMN) BUMN, dan investasi pemerintah untuk modal kerja.

"Saya harapkan, saya minta, dan saya ingin pastikan harus segera operasional di lapangan segera dilaksanakan di lapangan," terang Jokowi.

Baca Juga: Pemerintah berpotensi memperlebar defisit APBN 2020 menjadi 6,34% dari PDB

Jokowi juga meminta program PEN memberikan manfaat bagi sektor padat karya. Sektor padat karya menjadi fokus utama karena menampung banyak tenaga kerja. "Guncangan pada sektor ini akan berdampak pada para pekerja dan tentu saja ekonomi keluarganya," jelas Jokowi.

Oleh karena itu program PEN harus berdampak pada sektor tersebut agar mampu beroperasi. Sehingga nantinya dapat mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masif.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×