kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Jokowi Larang Ekspor Bahan baku Minyak Goreng, Ini Kata Pengamat


Selasa, 26 April 2022 / 21:50 WIB
ILUSTRASI. Seorang pengunjung memilih minyak goreng yang dijual di supermarket di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/12/2021). Jokowi Larang Ekspor Bahan baku Minyak Goreng, Ini Kata Pengamat.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

Khudori menekankan, untuk penyaluran subsidi minyak goreng pemerintah harus menentukan targetnya dan hanya diberikan kepada yang membutuhkan.

“Menurut saya subsidi minyak goreng harus ada targetnya, apa yang dilakukan kemarin, pak jokowi membagikan Rp 100.000 BLT minyak goreng kepada penerima program sembako ditambah kepada pedagang kecil itu sudah benar, sebelumnya subsidi minyak goreng kan diberikan secara terbuka. Ini kurang tepat,” tegasnya.

Baca Juga: Lockdown di China dan Sikap Hawkish The Fed Diproyeksi Tekan Rupiah Besok (27/4)

Untuk mempermudah penyasaran subsidi, Khudori menyarankan menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang memuat 40% data penduduk yang memiliki kesejahteraan sosial rendah. Sehingga menjadi tepat sasaran.

“Kalau itu yang di lakukan menurut saya enggak akan ada yang ribut. Pelaku usaha tetap berbisnis baik punya opportunity baik dalam pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kalau ekspor tentu kena pajak ekspor ya ngapapa dan pemerintah akan dapat pajak eskpor yang besar dan bisa melakukan subsidi,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×