kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jokowi larang bebaskan lahan dengan cara represif


Kamis, 02 Juni 2016 / 14:17 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo instruksikan kepada pemerintah daerah untuk arif dalam melaksanakan pembangunan. Salah satu kearifan dia minta dilakukan dalam proses pengadaan lahan.

Jokowi mengatakan, walau pemerintah saat ini sedang menggencarkan pembangunan infrastruktur dan butuh banyak lahan, dia tidak ingin lahan tersebut didapat dengan cara represif. Dia menginstruksikan pemda untuk turun langsung ke lapangan dan memberi pengertian ke masyarakat langsung mengenai manfaat yang akan diperoleh dari pembangunan infrastruktur.

Jokowi yakin, upaya tersebut efektif. Keyakinan ini dia dasarkan pada pengalaman ketika membebaskan lahan untuk pembangunan jalan lingkar luar Jakarta.

"Selama 14 tahun berhenti karena 143 keluarga tak mau pindah, Semuanya sudah selesai. Saya selesaikan empat bulan saat saya jadi gubernur, caranya saya ajak makan empat kali, rampung," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Ari Dwipayana, Tim Komunikasi Presiden, Kamis (2/6).

Jokowi mengatakan, masyarakat perlu didekati. Mereka perlu dijelaskan tentang rencana dan kebijakan yang akan dilaksanakan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×