kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jokowi: Kondisi koperasi mengkhawatirkan


Kamis, 21 Juli 2016 / 21:42 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyatakan, saat ini, kondisi koperasi di Indonesia mengkhawatirkan. Dari data yang dimilikinya, saat ini sebenarnya ada 212.000 koperasi. Tapi, dari jumlah itu, yang aktif hanya sekitar 150.000. Sementara itu, 62.000 lainnya tidak aktif.

"Ini potret yang harus kita sampaikan apa adanya. Tapi kita harus memperbaiki, harus dibenahi," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kamis (21/7).

Presiden meminta agar semua koperasi di Indonesia berbenah diri. Salah satu solusi pembenahan diri yang dia tawarkan adalah pembentukan kelompok-kelompok usaha koperasi yang saling terhubung.

Dengan bergabungnya para pelaku usaha koperasi ke dalam satu kesatuan, Jokowi mengatakan, koperasi akan lebih mudah memperoleh pembiayaan dari pihak perbankan. Selain itu, rencana bisnis juga akan lebih mudah untuk dibuat. "Dapatnya kalo pinjam tidak hanya Rp 20 juta, karena pinjamnya bersama bisa seperti korporasi, Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun. Ini yang bisa efisien dan bisa bersaing," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×