kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi: Kebakaran meluas di luar kondisi normal


Senin, 19 Oktober 2015 / 08:45 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kesulitan dalam menangani bencana asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan. Sebab, kebakaran hutan yang terjadi tahun ini berbeda dari tahun-tahun biasanya.

Kebakaran hutan kali diperkirakan lebih meluas. Menurut data yang dimiliki pemerintah, ada 949 titik api yang saat ini ada di seluruh Indonesia. Titik-titik itu berada di sekitar Maluku, Papua, Sumatera dan Kalimantan.

Hal itu disampaikan Jokowi usai menghadiri pertandingan final Piala Presiden tahun 2015. "Kita tahu, area kebakaran ini meluas dari kondisi normal," kata Jokowi, Minggu (18/10) malam di Jakarta.

Salah satu faktor yang membuat kebakaran meluas adalah kemarau panjang yang disebabkan fenomena El Nino. Ia mengklaim, pemerintah terus berupaya melakukan pemadamaan.

Selain itu, Jokowi juga mengaku terus memperhatikan kondisi korban. Bahkan, menurutnya pemerintah sudah mengirimkan bantuan obat-obatan ke daerah bencana.

Total, ada 31 ton obat-obatan yang dikirim dan 3,5 juta masker. Pemerintah juga menyiapkan rumah singgah untuk evakuasi korban. "Saya memantau tiap hari, pagi, siang dan malam," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×