kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jokowi kaji ulang sistem drainase gedung tinggi


Minggu, 20 Januari 2013 / 13:12 WIB
ILUSTRASI. Panduan mudah download video Twitter tanpa aplikasi tambahan


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) berniat mengevaluasi sistem drainase gedung pencakar langit di Ibukota. Pasalnya, paska banjir yang menggenangi gedung Plaza UOB sejak Kamis (20/1/2013), drainase sejumlah gedung pencakar langit kembali dipertanyakan.

"Semuanya nanti akan kami atur," kata Jokowi di Basement 1 Plaza UOB, Jakarta, Minggu (20/1/2013). Jokowi menjelaskan, ia masih menunggu banjir surut untuk mengevaluasi sistem drainase gedung tersebut.

Namun, Jokowi enggan membicarakan teknis evaluasi tersebut. Satu hal yang pasti, semua gedung pencakar langit harus menyiapkan data sistem drainase yang dimilikinya. "Teknisnya dibicarakan lagi setelah banjir rampung. Tidak bisa semuanya langsung diselesaikan, harus satu-satu," tandasnya.

Seperti diberitakan, banjir yang melanda Gedung Plaza UOB mengakibatkan dua orang tewas. Korban tewas atas nama Herdian Eko dan Abdul Haris Agus.

Sementara, satu korban lainnya Tito, ditemukan tim SAR gabungan dengan kondisi sangat lemah setelah terjebak di basement UOB selama lebih dari 24 jam. Satu korban lainnya atas nama Tri Santoso berhasil keluar hidup-hidup dengan kondisi lemah setelah terjebak di basement UOB selama hampir 24 jam. (Indra Akuntono/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×