kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Jokowi: Jangan ada pikiran melemahkan KPK


Selasa, 13 Juni 2017 / 15:02 WIB
Jokowi: Jangan ada pikiran melemahkan KPK


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyatakan, tidak ingin melihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lemah atau dilemahkan. Sebaliknya, dia ingin KPK kuat dan pemberantasan korupsi jalan terus.

 "KPK harus kuat dan upaya pemberantasan korupsi tidak boleh kendor, karena negara kita masih membutuhkan upaya-upaya yang luar biasa dalam pemberantasan korupsi," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan Bey Machmudin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (13/6).

Jokowi mengatakan, pedoman bahwa KPK harus tetap kuat, akan menjadi landasan pemerintah dalam setiap mengambil keputusan. "Jadi jangan ada pikiran melemahkan KPK, tidak boleh," katanya.

Seperti diketahui, sejumlah fraksi di DPR RI sedang mengupayakan hak angket terhadap KPK dan telah membentuk Pansus Hak Angket. Upaya hak angket mengemuka seiring pengungkapan sejumlah kasus korupsi yang menyeret nama sejumlah anggota parlemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×