kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Jokowi ingin tambah penerima PKH 3 juta orang


Selasa, 21 Maret 2017 / 14:03 WIB
Jokowi ingin tambah penerima PKH 3 juta orang


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah akan menggeber program pengentasan kemiskinan tahun ini. Salah satu program yang akan mereka geber adalah Program Keluarga Harapan (PKH).

Mereka akan menambah jumlah keluarga penerima program tersebut. Untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut, Selasa (21/3) ini, Presiden Joko Widodo memanggil Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial, untuk membuat perhitungan mengenai jumlah penambahan yang akan dilakukan.

Dari simulasi yang dilakukannya dengan Presiden Joko Widodo saat pertemuan tersebut didapat, angka penambahan maksimal jumlah penerima program keluarga harapan yang bisa dilakukan tahun ini mencapai 3 juta keluarga penerima baru. "Itu berdasar hitungan kemampuan di lapangan, kemampuan pendampingan dan lain sebagainya," katanya usai pertemuan tersebut.

Khofifah mengatakan, hitungan kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk menunjang perluasan jumlah penerima program tersebut mencapai Rp 5,5 triliun. Kebutuhan tersebut masih harus dibahas dan dimasukkan ke dalam APBN-P 2017.

Kalau nantinya usulan tersebut disetujui DPR, Kementerian Sosial yakin perluasan jangkauan program tersebut nantinya akan mempercepat penurunan angka kemiskinan. Berdasar hitungannya, angka kemiskinan tahun depan bisa turun sampai 1,25%.

"Kalau dinaikkan totalnya jadi 9 juta penerima PKH, plus sekarang masyarakat juga menerima bantuan pangan non tunai yang sekarang 1,2 juta keluarga penerima, angka kemiskinan bisa ditekan sampai 1,25%," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×