kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Jokowi ingin PRJ dikembalikan ke rakyat


Selasa, 04 Juni 2013 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. Institut Nasional Antropologi dan Sejarah Meksiko (INAH) menunjukkan bagian dari spesies baru dinosaurus bernama Tlatolophus galorum, setelah ahli paleontologi menemukan fosil berusia 72 juta tahun itu. INAH/Handout via REUTERS.


Reporter: Dyah Megasari

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin mengembalikan acara Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair pada tujuan awal, yakni sebagai ajang mempromosikan usaha mikro yang berbasis pada budaya.

"Kita tidak mau memindahkan (lokasi PRJ), tapi yang penting PRJ kembali pada tujuan semula," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (3/6/2013).

Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, ada usulan yang mengemuka terkait perubahan lokasi penyelenggaraan PRJ dari Jakarta International Expo, Kemayoran, ke Monumen Nasional. Meski demikian, Jokowi belum mengambil keputusan terkait lokasi penyelenggaraan PRJ. Menurut dia, yang terpenting adalah acara tahunan itu benar-benar bisa dinikmati oleh rakyat, memberikan ruang untuk promosi usaha mikro, dan dapat menambah pemasukan kas daerah.

Jokowi menambahkan, ada juga usulan agar PRJ digelar tidak terlalu komersial. Terlebih jika pihak penyelenggara tidak imbang dalam memberikan dividen atau pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.

"Jangan sampai pameran di sana didominasi yang gede-gede, termasuk dividen. Ada usulan tiket masuk digratiskan, tapi harus ada kalkulasinya," ujar Jokowi. (Indra Akuntono/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×