kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi hitung ulang program listrik 35.000 MW


Selasa, 27 Desember 2016 / 14:59 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemerintah saat ini tengah menghitung ulang target proyek listrik 35.000 Megawatt (MW). Hitung ulang dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan dan kondisi ekonomi saat ini.

Salah satunya, pertumbuhan ekonomi. Presiden Joko Widodo menyatakan, proyek 35.000 MW dibuat dengan memperhatikan target pertumbuhan ekomomi.

"Waktu 35.000 MW dibuat, pertumbuhan ekonomi di atas 7%, sekarang, walau pertumbuhan masih dalam kondisi baik, harus dihitung kembali apakah dengan pertumbuhan ekonomi sekarang, itu masih kira-kira 35.000 MW," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Bey Machmuddin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Kepresidenan Selasa (27/12).

Jokowi mengatakan, sebenarnya Indonesia masih memiliki potensi energi listrik untuk dikembangkan supaya target 35.000 MW bisa diuber. Potensi itu, salah satunya potensi panas bumi. Jokowi mengatakan, Indonesia memiliki potensi listrik panas bumi sampai dengan 29.000 MW. Tapi, dari potensi itu, baru 5% saja yang bisa dimanfaatkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×