kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.060   -12,00   -0,07%
  • IDX 5.692   -147,63   -2,53%
  • KOMPAS100 754   -18,04   -2,34%
  • LQ45 567   -14,29   -2,46%
  • ISSI 199   -4,04   -1,99%
  • IDX30 321   -7,87   -2,39%
  • IDXHIDIV20 396   -10,45   -2,57%
  • IDX80 85   -1,87   -2,15%
  • IDXV30 108   -3,45   -3,10%
  • IDXQ30 104   -2,46   -2,31%

Jokowi blusukan ke tempat penggemukan sapi


Selasa, 21 Juni 2016 / 13:33 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

BOGOR. Presiden Joko Widodo meninjau tempat penggemukan sapi atau feedloter milik PT KAR yang berlokasi di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/6).

Pantauan Kompas.com, Jokowi sampai ke lokasi pukul 10.45 WIB, setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dari proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), lokasi kunjungan pertama.

Jokowi disambut pemilik feedloter kemudian meninjau sapi-sapi yang digemukkan. Salah satu pemilik, Hernadi, mengantarkan Jokowi melihat satu per satu sapi yang berada di kandangnya.

"Ini sapi lokal, Pak. Awalnya beratnya hanya 200 kilogram. Sekarang sudah 400 kilogram," papar Hernadi menunjukkan salah satu sapi.

Selain itu, Hernadi juga menunjukkan seekor sapi lokal yang dipersiapkan untuk pasar menengah ke atas.

"Ini sapi lokal, tapi kualitasnya sama dengan wagyu. Ini nanti untuk steak," lanjut Hernadi menjelaskan sapi lainnya.

Selama meninjau, ada salah satu sapi bernama Dodit yang terus-terusan melenguh. Suara sapi berjenis Belgian Blue seberat 466 kilogram itu cukup menarik perhatian tamu undangan.

"Tumben itu si Dodit teriak terus. Sehari-hari mah biasa aja," ujar salah satu pegawai feedloter.

Dalam peninjauannya, Presiden didampingi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Rencananya, Presiden menyaksikan penandatanganan MoU antara Kementerian Pertanian dengan perusahaan penggemukkan sapi itu. (Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×