kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jokowi Akan Larang Ekspor Tembaga Mentah, Cek Daerah Penghasil Tembaga & Pemanfaatan


Kamis, 02 Februari 2023 / 10:45 WIB
Jokowi Akan Larang Ekspor Tembaga Mentah, Cek Daerah Penghasil Tembaga & Pemanfaatan
ILUSTRASI. Jokowi Akan Larang Ekspor Tembaga Mentah, Cek Daerah Penghasil Tembaga & Pemanfaatan


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah akan mengeluarkan kebijakan larangan ekspor tembaga mentah. Simak daerah penghasilan tembaga di Indonesia serta pemanfaatan di bidang industri.

Larangan ekspor tembaga mentah diperlukan untuk menciptakan hilirisasi dan memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian. Apa saja pemanfaatan tembaga? Lalu dimana daerah penghasil tembaga di Indonesia?

Dilansir dari website resmi Sekretariat Kabinet, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa ia akan segera mengumumkan kebijakan larangan ekspor tembaga mentah. Hal ini menyusul kebijakan serupa yang telah berlaku untuk nikel disusul bauksit per Juni nanti.

Rencana larangan ekspor tembaga mentah tersebut disampaikan oleh Presiden dalam sambutannya pada Mandiri Investment Forum 2023, di Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (01/02/2023).

“Ini nikel sudah setop. Saya sudah sampaikan lagi, bauksit di Desember kemarin, bauksit setop bulan Juni. Nanti sebentar lagi, mau saya umumkan lagi tembaga setop, tahun ini setop,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga: Kapan Indonesia Setop Ekspor Tembaga Mentah? Ini Kata Presiden

Presiden Jokowi mengungkapkan, keputusan untuk larang ekspor tembaga mentah didasari oleh progres pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah mencapai lebih dari 50 persen. “Saya cek kemarin, smelternya Freeport dan smelter yang ada di NTB sudah lebih dari 50 persen jadi. Freeport itu sudah 51 persen jadi. Jadi, berani kita setop,” ujarnya.

Presiden Jokowimenambahkan, Indonesia saat ini telah menjadi pemegang saham mayoritas PT Freeport Indonesia. “Supaya ingat, Freeport itu sudah mayoritas milik kita. Jadi jangan terbayang-bayang, jangan terbayang-bayang lagi Freeport itu masih miliknya Amerika [Serikat], sudah mayoritas kita miliki,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowimenegaskan bahwa Indonesia akan terus melanjutkan kebijakan hilirisasi pertambangan meskipun mendapatkan gugatan dari negara lain. Kebijakan hilirisasi, imbuhnya, akan melompatkan Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju.

“Kalau nanti digugat, kita mundur, kita belok, enak lagi ekspor bahan mentah, lupakan kita menjadi negara maju,” tegasnya.

Presiden berharap, konsistensi dalam menjalankan kebijakan hilirisasi akan meningkatkan pendapatan per kapita Indonesia.

“Kita harapkan di 2045, GDP kita, PDB kita akan berada di angka perkiraan saya 9-11 triliun Dolar AS. Income per kapita kita kalau kita konsisten, income per kapita kita berada di angka 21-29 ribu Dolar AS, jadi negara maju kita,” jelas Presiden Jokowi.

Daerah penghasil tembaga di Indonesia

Dalam newsletter investasi di website Kementerian Investasi / Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) disebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu pemilik tembaga terbanyak di Indonesia. Indonesia menempati 7 besar cadangan tembaga dunia dimana total cadangan tembaga Indonesia sekitar 3% dari total cadangan tembaga dunia.

Selain itu, Indonesia berada pada urutan 11 untuk produksi tambang tembaga. Namun, industri hilir tembaga Indonesia hanya menempati urutan ke-18, di bawah Jepang, India, Korea dan Bulgaria. Padahal negara-negara tersebut tidak memiliki sumber daya mineral tembaga.

Berikut daerah penghasil tembaga di Indonesia:

1. Mimika, Papua

Daerah penghasil tembaga di Indonesia yang terbesar adalah di Mimika, Papua. Tembaga di Mimika ditambang oleh PT Freeport Indonesia. Kementerian ESDM mencatat, produksi tembaga di tambang Grasberg pada tahun 2021 sebesar 1,33 miliar pon atau sekitar 670.000 ton.

Kemudian, angka produksi tembaga ini ditargetkan naik pada 2022 menjadi 1,6 miliar pon tembaga, dan ditingkatkan lagi pada 2023 menjadi 1,7 miliar pon tembaga.

PTFI optimistis bahwa permintaan tembaga akan positif lantaran adanya kebutuhan tembaga yang meningkat, seturut dengan ramainya proyek-proyek pembangkit listrik energi terbarukan.

2. Gorontalo, Sulawesi Utara

Daerah penghasil tembaga di Indonesia yang terbesar kedua adalah Gorontalo. Produksi tembaga di Gorontalo Sulawesi Utara diperkirakan sekitar 693.109 ton per tahun.

Salah satu perusahaan yang melakukan pertambangan tembaga di Sulawesi Utara adalah PT Gorontalo Minerals. PT Gorontalo Minerals merupakan cucu perusahaan dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

3. Silungkang, Sumatera Barat

Daerah penghasil tembaga di Indonesia yang terbesar ketiga adalah Silungkang, Sumatera Barat. Setiap tahun, tambang tembaga di Silungkang menghasilkan 419.600 ton tembaga.

4. Sangkaropi, Sulawesi Selatan

Daerah penghasil tembaga di Indonesia yang terbesar keempat adalah Sangkaropi, Sulawesi Selatan. Produksi tembaga di Sangkaropi sekitar 350.000 ton per tahun.

5. Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat

Daerah penghasil tembaga di Indonesia adalah Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat. Tambaga tembaga di Batu Hijau dikelola oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

6. Pacitan, Jawa Timur

Daerah penghasil tembaga di Indonesia yang terbesar berikutnya adalah Pacitan, Jawa Timur. Eksplorasi tembaga di Pacitan dilakukan oleh PT Gemilang Limpah Internusa.

7. Wonogiri, Jawa Tengah

Daerah penghasil tembaga di Indonesia yang terbesar berikutnya adalah Wonogiri, Jawa Tengah. Rata-rata produksi tambang tembaga di Wonogiri sekitar 1,8 ton tembaga murni dan 21 ton tembaga mentah.

Pemanfaatan tembaga

Pemanfaatan tembaga sangat luas, di antaranya untuk bangunan dan infrastruktur, transportasi dan alat berat, peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, dan otomotif.

Pengguna utama katoda tembaga di Indonesia adalah industri kabel dan konduktor dengan kapasitas 500 ton per tahun, yang terdiri atas 45 pabrik penghasil kabel tembaga, 45 pabrik penghasil konduktor tembaga, dan 11 pabrik penghasil rod tembaga.

Surplus produksi katoda tembaga diekspor dan tiga negara tujuan ekspor terbesar adalah Jepang, Cina, dan Thailand.  Sementara nilai impor Indonesia untuk produk jadi tembaga dan turunannya dalam tren meningkat.

Menurut Kementerian Investasi/BKPM, ketahanan cadangan tembaga dunia untuk memenuhi permintaan global adalah 44 tahun, sementara cadangan tembaga Indonesia dapat mencukupi kebutuhannya sendiri selama 26 tahun.

Jadi, pemanfaatan katoda tembaga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi harus mulai dilakukan di dalam negeri.

Itulah daftar daerah penghasil tembaga terbesar di Indonesia serta pemanfaatan tembaga di bidang industri. Layak ditunggu kapan pemerintah mengeluarkan larangan ekspor tembaga mentah agar hilirisasi berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×