kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Jelang Akhir Tahun, Dirjen Pajak Rutin Pantau Perkembangan Penerimaan APBN Tiap Pekan


Kamis, 15 Oktober 2026 / 16:39 WIB
Jelang Akhir Tahun, Dirjen Pajak Rutin Pantau Perkembangan Penerimaan APBN Tiap Pekan
ILUSTRASI. Suasana di perusahaan Sekuritas, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang tiga bulan terakhir di tahun 2026, Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menegaskan, pihaknya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan rutin memantau tiap pekan terkait pengumpulan penerimaan negara, termasuk penerimaan pajak.

Pemantauan berkala ini diperlukan agar pemerintah dapat menjaga keseimbangan  APBN, di tengah dinamika penerimaan dan kebutuhan belanja pemerintah di sisa tahun 2026.

Untuk diketahui, hingga 30 September 2026, realisasi pendapatan APBN sebesar Rp 2.341,5 triliun mencapai 74,2% dari target APBN atau tumbuh 25,5% secara tahunan. Dari sisi penerimaan perpajakan tercatat mencapai Rp 1.607,6 triliun atau 68,2% dari target APBN. Nilai tersebut tumbuh 24,1% secara year on year .

Baca Juga: Pemerintah Tertibkan Penggunaan Air untuk Percepat Swasembada Air

Selain itu, Bimo juga menyebut pemantauan tersebut dilakukan melalui rekonsiliasi dalam forum Asset Liability Committee (ALCO) Kementerian Keuangan, dengan melibatkan direktorat jenderal terkait.

"Jadi ini setiap minggu akan kita pantau. Setiap minggu kita akan rekonsiliasi dalam forum ALCO, dari sisi pengeluaran atau penganggaran, pembiayaannya seperti apa. Jadi tentu kita koordinasi secara seimbang dengan semua dirjen yang terkait untuk mempertahankan kesehatan APBN," ujarnya kepada awak media di kantor DJP, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, evaluasi tersebut tidak hanya mencakup penerimaan pajak, tetapi juga penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta penerimaan dari kepabeanan dan cukai melalui Direktorat Jenderal Kepabeanan dan Cukai (DJBC)

Pemerintah akan menyelaraskan perkembangan penerimaan dari ketiga sektor tersebut dengan kebutuhan belanja dan penganggaran.

Begitu juga dengan direktorat pembiayaan, jika diperlukan untuk menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) untuk keseimbangan APBN.

"Dari sisi pembiayaan, dari sisi misalnya kita perlu terbitkan surat utang atau SBN, atau Sukuk atau apapun, itu juga nanti akan jadi keseimbangan untuk mempertahankan APBN yang sehat," ujar Bimo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×