kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.891   -9,00   -0,05%
  • IDX 7.924   -11,32   -0,14%
  • KOMPAS100 1.116   -1,22   -0,11%
  • LQ45 813   -2,22   -0,27%
  • ISSI 278   0,36   0,13%
  • IDX30 426   -0,54   -0,13%
  • IDXHIDIV20 514   -1,01   -0,20%
  • IDX80 125   0,03   0,02%
  • IDXV30 138   -0,40   -0,29%
  • IDXQ30 139   -0,20   -0,14%

Jalan berliku menuju surplus keseimbangan primer


Senin, 13 Januari 2020 / 15:57 WIB
Jalan berliku menuju surplus keseimbangan primer
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani (kanan) didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara (kiri)


Reporter: Grace Olivia | Editor: Anna Suci Perwitasari

Secara lebih rinci, pemerintah menggambarkan target keseimbangan primer dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2020. Di sana tertulis bahwa pada tahun 2020 ini, keseimbangan primer diperkirakan mulai positif dalam rentang 0,0%-0,23% terhadap PDB. 

Hingga tahun 2024, keseimbangan primer diharapkan tetap positif dan terus meningkat hingga mencapai 0,29%-0,48% dari PDB. 

Jika menilik APBN 2020,  keseimbangan primer masih dipatok defisit dengan nilai Rp 12 triliun di tahun ini.  Namun target tersebut tetap saja jauh lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2019 yang telanjur kembali membengkak dari target awalnya. 

Baca Juga: Realisasi PNBP lampaui target walau penerimaan sektor migas seret

Mengarahkan keseimbangan primer menuju surplus tentu tidak mudah di tengah sentimen perlambatan ekonomi saat ini. Kita telah ketahui, penerimaan negara mengalami tekanan dan pada saat yang sama, pemerintah berkomitmen tidak memangkas anggaran belanja agar APBN berperan sebagai instrumen  countercyclical yang bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. 

“Meski penerimaan negara mengalami tekanan, kami tidak melakukan pemotongan anggaran belanja dan kita tetap dorong kementerian dan lembaga untuk terus belanja sebagai bagian dari menjaga perekonomian dari pelemahan di tahun ini,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memaparkan kinerja sementara APBN 2019 belum lama ini.

Itu sebabnya realisasi defisit APBN 2019 melebar hingga Rp 353 triliun atau setara 2,2% dari PDB, lebih tinggi dari target awalnya yang hanya 1,84% dari PDB. 




TERBARU

[X]
×