kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.713   -23,00   -0,13%
  • IDX 6.332   -38,50   -0,60%
  • KOMPAS100 837   -6,38   -0,76%
  • LQ45 635   0,23   0,04%
  • ISSI 226   -1,87   -0,82%
  • IDX30 363   1,48   0,41%
  • IDXHIDIV20 452   4,34   0,97%
  • IDX80 96   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -0,62   -0,50%
  • IDXQ30 118   1,25   1,07%

Jaksa KPK pertimbangkan permintaan OC Kaligis


Kamis, 10 September 2015 / 12:56 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Kristiana meminta waktu satu minggu untuk berkomunikasi dengan penyidik terkait permintaan OC Kaligis untuk membuka kembali rekeningnya. Pengacara tenar ini meminta rekening pribadinya dibuka kembali agar bisa menggaji karyawannya. 

"Kami sampaikan dulu ke penyidik, apakah rekening ini masih diperlukan ditutup atau bisa dibuka," kata Yudi, Kamis (10/9).

Yudi menambahkan, perlu berkoordinasi dengan penyidik karena kasus yang menjerat Kaligis tidak berdiri sendiri tetap menyangkut pihak lain. OC Kaligis dijerat dengan dugaan melakukan suap pada tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan beserta satu paniteranya, sampai US$ 27.000 dan S$ 5.000.

Selain memproses permintaan pembukaan rekening, Jaksa KPK juga akan mempertimbangkan surat dari RSPAD yang menyatakan, Kaligis harus kembali diperiksa dalam rangka memantau kesehatannya. 

Asal tahu saja, Kaligis meminta kepada Majelis Hakim untuk pembukaan rekening miliknya untuk membayarkan gaji seluruh karwayannya. Pasalnya saat ini, Kaligis telah memberhentikan sekitar 70% pengacaranya dengan alasan tidak mampu membayar gaji.

Sekadar mengingatkan, Kaligis telah ditetapkan Komisi Pembwrantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka pada Juli 2015 atas kasus dugaan suap tiga hakim PTUN Medan. Saat ini, Kaligis telah ditahan di rutan Guntur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×