Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah mengupayakan menambah pasokan bahan baku plastik dari sejumlah negara alternatif guna meredam kenaikan harga plastik di pasar domestik. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu menurunkan harga dalam waktu dekat.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, kenaikan harga plastik terjadi karena terganggunya pasokan bahan baku biji plastik yang selama ini banyak diimpor dari kawasan Timur Tengah. Gangguan tersebut dipicu situasi konflik yang mempengaruhi rantai pasok global.
Baca Juga: Kementerian Perumahan Sebut SLIK Kendala KPR Subsidi, OJK Siap Bikin Aturan Baru
"Kan memang kita itu impor bahan bakunya untuk biji plastik itu kan nafta yaitu dari Timur Tengah selama ini. Karena imbas perang sehingga terganggu," ujar Budi kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (13/4).
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Perdagangan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah produsen di negara lain untuk mencari sumber pasokan baru. Beberapa negara yang sedang dijajaki antara lain India, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Afrika.
Menurut Budi, proses pengadaan dari negara alternatif tersebut sudah berjalan. Namun, pengalihan sumber pasokan membutuhkan waktu karena berkaitan dengan proses pengiriman dan penyesuaian distribusi. "Jadi pada prinsipnya kita cari solusi negara lain yang mensuplai bahan baku," katanya.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan bahan baku plastik saat ini juga dirasakan secara global. Beberapa negara produsen plastik seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura juga mengalami tekanan pasokan bahan baku sehingga memengaruhi produksi.
Saat ini industri plastik domestik masih memanfaatkan stok yang tersedia sambil menunggu kedatangan pasokan baru dari negara-negara alternatif tersebut.
Budi berharap pasokan tambahan tersebut dapat segera masuk sehingga membantu menstabilkan harga plastik di pasar.
"Kami harus cepat juga melakukan solusinya melalui negara lain yang bisa suplai. Ya mudah-mudahan (harga bisa turun)," pungkas Budi.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Minggu Ketiga April, Ini Jadwal dan Rinciannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













