kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Jajaki Pasokan Alternatif, Mendag Yakin Harga Plastik Turun Pasca Stok Masuk


Senin, 13 April 2026 / 16:15 WIB
Jajaki Pasokan Alternatif, Mendag Yakin Harga Plastik Turun Pasca Stok Masuk
ILUSTRASI. Kenaikan harga kemasan plastik di Lumajang (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah mengupayakan menambah pasokan bahan baku plastik dari sejumlah negara alternatif guna meredam kenaikan harga plastik di pasar domestik. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu menurunkan harga dalam waktu dekat.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, kenaikan harga plastik terjadi karena terganggunya pasokan bahan baku biji plastik yang selama ini banyak diimpor dari kawasan Timur Tengah. Gangguan tersebut dipicu situasi konflik yang mempengaruhi rantai pasok global.

Baca Juga: Kementerian Perumahan Sebut SLIK Kendala KPR Subsidi, OJK Siap Bikin Aturan Baru

"Kan memang kita itu impor bahan bakunya untuk biji plastik itu kan nafta yaitu dari Timur Tengah selama ini. Karena imbas perang sehingga terganggu," ujar Budi kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (13/4).

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Perdagangan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah produsen di negara lain untuk mencari sumber pasokan baru. Beberapa negara yang sedang dijajaki antara lain India, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Afrika.

Menurut Budi, proses pengadaan dari negara alternatif tersebut sudah berjalan. Namun, pengalihan sumber pasokan membutuhkan waktu karena berkaitan dengan proses pengiriman dan penyesuaian distribusi. "Jadi pada prinsipnya kita cari solusi negara lain yang mensuplai bahan baku," katanya.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan bahan baku plastik saat ini juga dirasakan secara global. Beberapa negara produsen plastik seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura juga mengalami tekanan pasokan bahan baku sehingga memengaruhi produksi.

Saat ini industri plastik domestik masih memanfaatkan stok yang tersedia sambil menunggu kedatangan pasokan baru dari negara-negara alternatif tersebut.

Budi berharap pasokan tambahan tersebut dapat segera masuk sehingga membantu menstabilkan harga plastik di pasar.

"Kami  harus cepat juga melakukan solusinya melalui negara lain yang bisa suplai. Ya mudah-mudahan (harga bisa turun)," pungkas Budi.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Minggu Ketiga April, Ini Jadwal dan Rinciannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×